by

Polres MBD Diminta Serius Tangani Kasus Perjudian

beritakotaambon.com – Pengacara Kondang asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Fredi Ulemlem meminta Polres MBD untuk serius menangani kasus perjudian. Salah satunya kasus perjudian yang menjerat Kepala Dispora MBD, oknum polisi dan dua warga lainnya yang terciduk pada 27 Agustus 2021.

Dirinya bahkan mempertanyakan statmen Kasat Reskrim Polres MBD , Sulaiman terkait penanganan tindak pidana perjudian pada salah satu TV nasional beberapa waktu lalu.

Kepada media ini, Rabu (15/9), Ulemlem juga meminta Polres MBD dalam hal ini Kasat Reskrim terkait proses lanjutan bagi pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat berjudi oleh Kadispora beserta 3 tersangka lainnya yang saat ini masih diamankan di Tahanan Mako Polres MBD.

” Sangat menarik jika kita nonton Vidio YouTube dan mendengarkan pernyataan diakhir wawancara Pa Kasatreskrim Polres MBD, dengan pembawa berita TV One. Dimana dirinya dengan lantang mengatakan, pihak reskrim telah melakukan pemanggilan terhadap pemilik rumah untuk dimintai keterangan,” terangnya.

Menurutnya, dasar pemanggilan terhadap pemilik rumah menurut Kasat Reskrim disesuaikan dengan informasi yang berkembang dari agen-agen lapangan. Bahwa sering acab kali tempat tersebut dijadikan sebagai tempat untuk bermain judi. Bahkan jika benar pemilik rumah sengaja menyediakan tempat, maka akan ditindak secara hukum.

“Bagi saya tidak sulit untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Sehingga Polres MBD diharapkan untuk serius dalam menangani tindak pidana perjudian tersebut,” pinta Ulemlem.

Ditambahkan, dirinya tetap mendukung Polres MBD untuk melakukan penegakan hukum. Sekaligus menegakkan keadilan tanpa tebang pilih. Mengingat semua warga negara memiliki kedudukan yang sama didalam hukum.

Baca juga:
Cabul, Dua Pelaku di Buru Terancam 15 Tahun Bui

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten MBD, Agus Tenlima beserta oknum polisi dan dua warga laiinya, diciduk anggota Satuan Reskrim Polres MBD saat sedang asik bermain judi.

Kapolres MBD , AKBP. Dwi Backthiar.S.IK.MH, Jumat (27/8) di ruang kerjanya mengatakan, anggota Satuan Reskrim yang dipimpin Bripka Gunawan Santoso bersama anggota Propam mengamankan empat orang yang diduga pelaku Tindak Pidana Perjudian, yang sedang bermain judi dikediaman Ateng Miru. Tepatnya di lantai 2 toko Ateng Miru, persimpangan jalan perempatan depan Apotik Farma Tiakuar, MBD.

Kapolres mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat terkait adanya aktifitas perjudian. Karena itu dalam rangkaian kegiatan kepolisian guna pemberantasan penyakit masyarakat khususnya Tindak Pidana Perjudian, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi.

Dalam penggrebekan itu, lanjut Kapolres, petugas mengamankan empat orang tersangka antara lain , AT (Kadis Pora) MBD , BR (Oknum Polisi), FK (ASN di Dinas Pariwisata MBD) dan OP warga Tiakur yang sementara bermain judi.

“Dalam penggrebekan itu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang dengan jumlah 1,03 juta dan kartu merk Keris sebanyak dua dus,” bebernya.

Setelah tertangkap tangan, lanjutnya, ke empat pelaku tersebut kemudian diamankan ke Mako polres MBD beserta barang bukti. Ia bahkan menegaskan, ke empat pelaku akan dikenakan pasal 303 KUHP dengan maksimal masa hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga:
Babinsa Serwaru Komsos Dengan Warga Binaan

“Untuk oknum polisi yang terlibat dalam perjudian itu akan dikenakan dua proses hukum, yakni ditindak dengan pidana umum serta kode etik profesi Polri. Dan proses dipastikan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. (GEM)

Comment