by

Polres SBB Tahap II Kasus Penikaman di Tahalupu

Ambon, BKA- Satreskrim Polres Seram Bagian Barat melakukan tahap II terhadap berkas tersangka penikaman dengan tersangka Ode Yudin alias Yudin di Kejari SBB,pekan kemarin.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter F. Matahelumual mengatakan, tim penyidik Satreskrim Polres SBB, telah melakukan tahap II atau penyerahan berkas tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Kamis 1 April 2021 lalu.

Proses tahap II dilakukan, setelah tim penyidik merampungkan berkas perkara sesuai petunjuk jaksa penuntut umum di Kejari SBB.
“Kita limpah berkas setelah jaksa kirimkan petunjuk P21,” jelas Matahelumual, Minggu kemarin.

Dengan adanya proses tahap II, lanjut perwira Polri tiga balok emas itu, penanganan kasus itu selanjutnya ditangani Kejari SBB untuk kepentingan persidangan.
“Karena sudah tahap II, jadi tinggal jaksa tanggungjawab di persidangan saja,” tandas mantan Kapolsek Nusaniwe Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease itu.

Sebelumnya diberitakan koran ini, berdasarkan hasil rekonstruksi penyidik Sat Reskrim Polres SBB,tersangka Ode Yudin alias Yudin melakukan penganiayaan terhadap korban Agusman, dengan cara menikam menggunakan satu buah pisau yang mengenai perut sebelah kiri dan akibat dari kejadian tersebut, korban meninggal dunia.
“Jadi dari hasil reka ulang itu, kita sudah mengetahui dengan jelas, bahwa, korban ditikam dengan pisau oleh tersangka Yudin. Dan korban sempat di rawat di puskemas, namun karena kondisi tidak memungkinkan, korban di rujuk ke Ambon, ternyata dalam perjalanan, korban meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual belum lama ini.

Matahelumual mengaku, reka ulang yang dilakukan penyidik, disaksikan langsung pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut.
“Kita reka ulang di Desa Eti, Kamis 25 Februari 2021sekitar pukul 12.00 Wit, itu disaksikan jaksa penuntut umum dan pihak-pihak yang berkepentingan langsung dalam perkara ini,” bebernya.

Menurut Perwira yang punya tiga balok emas di pundak itu, kejadian tersebut, awalnya, pada 27 Januari 2021 di Dusun Tihu, Desa Tahalupu. Awalnya, korban sementara tidur di kamar dengan istrinya Yuni. Tiba-tiba, korban dan istrinya terbangun karena mendengar suara ribut-ribut di luar rumah tepat pada pintu belakang rumah. Kemudian korban keluar dari dalam kamar dan menuju ke lokasi keributan tersebut. Ternyata di sana, tersangka dan istrinya sdri Wa Rusmi yang terlibat cekcok terkait masalah rumah tangga. Selanjutnya korban yang adalah bapak mantu dari tersangka langsung mendekati tersangka dan istrinya. Kemudian korban melakukan pemukulan terhadap tersangka secara berulang kali ke wajah tersangka. Dan karena tersanga tak terima, dia mengambil pisau yang di selipkan pada pinggangnya lalu melakukan penikaman terhadap korban sebanyak satu kali tepatnya di perut sebelah kiri korban. Setelah itu tersangka langsung melarikan diri ke Desa Namlea, Kabupaten Buru.
“Tersangka disangkakan dengan pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951,” tandasnya.(SAD)

Comment