by

Polsek Kisar Ringkus Penganiaya Anggota TNI

Wemly Frans alias Memi langsung dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Kisar, usai menganiaya salah satu anggota TNI Satgas BKO Pam Puter Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (8/5).

Usai melaksanakan aksinya, Memi yang disebut sebagai preman di Pulau Kisar itu sempat bersembunyi. Namun keberadaannya dapat segera di indus oleh Tim Anti Bandir setelah melakukan penyisiran pada sejumlah lokasi.

Kapolsek Pulau Kisar , AKP Sulaeman, mengaku, memang Memi dikenal sering membuat onar. Dia tidak segang menantang anggota TNI maupun Polri untuk adu jotos, apalagi ketika telah mabuk.

“Pelaku setiap kali melakukan aksinya, telah dipengaruhi minuman keras. Setiap membuat onar lalu dinasehati dan ditegur, disitulah pelaku sering menantang aparat untuk adu jotos,” ungkap Sulaeman.

Untuk penganiayaan oknum TNI, ungkap Sulaeman, sesuai laporan korban, terjadi saat korban yang tengah menumpang menggunakan WiFi SMP Kristen II Desa Abusur, guna menghubungi keluarganya. Tiba pelaku menyerang korban, tanpa alasan. Diduga karena dendam.

Untuk itu, Sulaeman mengapresiasi tindakan korban yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kisar. Padahal korban merupakan anggota TNI.

“Sekalipun korban merupakan seorang anggota TNI, saat dianiaya dia lebih memilih untk menghindar dari pada membalas pukulan pelaku. Korban merasa tidak pantas untuk meladeni secara pisik tindakan pelaku yang dijuluki sebagai preman kampung, apalagi pelaku dalam keadaan mabuk,” tambahnya.
Saat ini, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. “Selanjutnya akan dilakukan penahanan untuk menjalani serangkaian proses penyidikan,” pungkasnya.

(GEM)

Comment