by

Polsek Leihitu Tahap II Berkas dan Tersangka Mercuri

Ambon, BKA- Penyidik Unit Reskrim Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menyerahkan berkas dan dua tersangka Pasutri kasus mercuri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Malteng untuk kepentingan persidangan di Pengadilan.

Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy kepada koran ini mengatakan, tahap II yang dilakukan penyidik, karena berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap untuk di sidangkan di Pengadilan.

” Jadi hari ini, Rabu 18 November 2020, Kanit Reskrim Polsek Leihitu melakukan tahap II kasus tindak pidana eksploitasi hasil pertambangan mineral dan batu bara dengan tersangka pasangan suami istri (pasutri),yakni La Ajit alias Ajit dan Wa Jamina alias mama Jali dengan Laporan Polisi Nomor : LP-A/80/IX/2020/Maluku/Resta Ambon/Sek Leihitu, 20 September 2020,”Ungkap Julkisno, Rabu kemarin.

Kata dia, dalam proses tahap II, penyidik pun menyerahkan barang bukti mercuri sebanyak 200 Kilogram kepada JPU.

“Dalam tahap II Tersebut, penyidik langsung menyerahkan berkas perkara disertai barang bukti dan juga tersangka,” jelas mantan Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon tersebut.

Sebelumnya diberitakan koran ini, tim penyidik unit Reskrim Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease tengah melengkapi berkas perkara dua tersangka pasangan suami dan istri (Pasutri) yang dijerat dalam kasus cairan berbahaya jenis mercuri.
Dua pasutri itu masing-masing berinisial LAL (40) dan WJ (42).
“Jadi kedua berkas tersangka masih dilengkapi penyidik Polsek Leihitu, karena memang kita baru ekspos penetapan tersangka beberapa hari lalu di Mapolresta,” Ungkap Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy ketika di hubungi melalui selulernya, Senin (28/9).

Perwira Polri dengan dua balok emas di Pundak itu mengaku, jika nantinya berkas perkara kedua tersangka sudah dinyatakan lengkap, maka tinggal penyidik yang melakukan pelimpahan berkas perkara tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon.
“Kalau sudah selesai pemberkasan, maka tinggal di lakukan Tahap I saja ke JPU, intinya kan begitu,” tandasnya.

Sebelumnya, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melalui Polsek Leihitu berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan kilogram Merkuri.
Penangkapan cairan berbahaya jenis merkuri oleh Polsek Leihitu terbilang salah satu yang terbesar melihat berat yang mencapai 200 Kg.
Dari penangkapan tersebut pasangan suami istri yang masing masing berinisial LAL (40) dan WJ (42) berhasil diamankan.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol, Leo Surya Nugraha Simatupang, dalam rilisnya kepada wartawan di Mapolresta Pulau Ambon, Rabu (23/9) mengatakan, pengungkapan dan penangkapan yang oleh Polsek Leihitu dilakukan Minggu (20/9) sekitar pukul 01.00 WIT dini hari.
Saat itu Polsek Lehitu mendapat informasi dari warga akan adanya transaksi Merkuri dikawasan pesisir pantai Ureng dan akan diselundupkan ke kediaman pelaku di kawasan Waiheru, Kota Ambon.

Mendengarkan informasi itu, Polsek Leihitu yang dipimpin Langsung Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy melakukan pencegatan di depan Polsek Leihitu dan berhasil mengamankan kedua Pelaku yang sementara mengangkut ratusan Merkuri dengan menggunakan Mobil.

“Kedua pelaku ini mengakut merkuri dengan 1 unit Mobil jenis Avansa dengan nomor polisi DE 1241 AO, rutenya hendak di bawa ke kediaman mereka di Waiheru dengan melewati Polsek Leihitu, disitu dilakukan pencegatan dan benar didalam mobil berisi 25 botol plastik berisi markuri yang beratnya sekitar 200 Kg,”jelas Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang belum lama ini.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Polisi, kedua tersangka mengaku Merkuri tersebut diperoleh dari dusun Tuhulesy desa Ureng kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng dan selanjutnya barang tersebut direncanakan akan dibawa menuju ke Desa Waiheru Kecamatan Baguala kota Ambon untuk kemudian kembali diperjualbelikan.
“Mereka ini pemain lama, adanya Covid 19 jadi kesempatan mereka dalam menyelundupkan barang ini, jadi saat petugas tidak monitor mereka beraksi.Dan kini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di rutan Polresta. (SAD)

Comment