by

POM Gadungan Diringkus Warga

Mengaku sebagai anggota Polisi Militer (POM), Ari Sofyan Lalin, kerap meresahkan warga Desa Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Bukan hanya warga, aksi Lalin juga meresahkan pihak Pemerintah Desa Bomaki maupun aparat keamanan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang bertugas di desa tersebut.

Lalin merupakan warga KKT yang baru pulang dari perantauan di Jakarta. Baru sekitar tiga minggu dia menetap di Desa Bomaki. Namun ulahnya sudah sangat meresahkan.

Kepala desa (Kades) Bomaki, Virgilus Lamere, mengatakan, sebenarnya warga sudah sangat resah. Tapi mereka takut bertindak. Sebab Lalin mengaku kepada warga, dirinya merupakan anggota POM atau TNI. Tapi pada sebagian warga lain, dia pun mengaku sebagai anggota Polri.

“Saya sempat memanggil yang bersangkutan untuk meminta identitasnya. Namun dia mengaku, lupa KTP di rumah. Dia berjanji akan membawanya besok. Tapi sampai beberapa hari, dia tidak membawa KTP. Kami, Pemdes mulai mencurigainya,” ujar Lamere, Sabtu (8/5).

Yang paling meresahkan, saat Lalin menghadiri acara ulang tahun tetangganya. Sesuai Perdes yang sudah ditetapkan oleh Pemdes bersama BPD terkait acara warga di malam hari, batasnya hingga pukul 21:00 Wit. Namun Lalin tidak peduli. Dia meminta acara dilanjutkan, sambil mengaku dirinya anggota POM, sambil karaoke dan mabuk bersama sejumlah pemuda.

“Saya panggil dia untuk kedua kali dan menanyakan identitasnya. Dia mengaku seluruh identitasnya hilang. Kami maklumi. Tapi ketika beliau mulai mencampuri peranan Pemdes dengan mengurusi beberapa masalah dengan dalih sebagai anggota POM, sampai-sampai beliau sempat melaporkan Bhabinkamtibmas ke Polres Kepulauan Tanimbar karena menasehati beberapa pemudah yang mencuri bebek, itu membuat kami merasah kesal,” terang Lamere.

Karena aksinya yang selalu ikut campur terhadap tugas Pemdes Bomaki, dengan dalih anggota POM, namun tidak memiliki identitas. Akhirnya Lamere meminta bantuan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk mengamankan Lalin ke Polsek Tansel.

“Awalnya dia mengaku beragama Protestan. Saat di Polsek, dia mengaku Katolik. Saat tasnya digeledah, ditemukan surat kehilangan yang menerangkan bahwa dirinya beragama Islam. Ini membuat semua warga yang hadir di Polsek menjadi heran,” jelas Lamere.

Untuk sementara, anggota POM gadungan itu diamankan di Polsek Tansel, untuk dilakukan pemeriksaan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.(BTA)

Comment