by

Pos Jaga Kantor Satpol PP SBT Dibakar

Ambon, BKA- Ratusan Honorer Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membakar pos penjagaan kantor mereka, Rabu (21/4).

Aksi tersebut mereka lakukan karena merasa selalu diberi harapan palsu oleh Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kabupaten SBT, Abdullah Rumain, terkait gaji.

Memang terhitung sejak Januari 2021 hingga sekarang, ratusan tenaga honorer Satpol PP itu belum mendapatkan upah. Rumain sebagai pimpinan hanya terus memberi janji, akan segera melakukan pembayaran.
Namun belum juga direalisasikan.

Akibat janji Abdullah Rumain yang tak kunjung pasti itu, ratusan honorer Satpol PP sangat gelisah dan marah. Aksi protes terus dilakukan. Mulai dari penyegelan pintu masuk kantor, hingga pembakaran pos penjagaan di kantor tersebut.

Pantauan Beritakota Ambon di lapangan, aksi pembakaran pos jaga itu dilakukan sekitar pukul 12.50 Wit. “Kami melakukan ini, karena selalu ditipu oleh pimpinan,” ungkap salah satu honorer Satpol PP SBT.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, Kantor Satpol PP SBT yang sebelumnya sempat dipalang, dibuka oleh mereka pada 19 April lalu, berdasarkan permintaan Abdullah Rumain, yang berjanji akan meminta bendahara akan memproses pembayaran upah mereka.

Namun janji itu tak terbukti. Upah mereka selama empat bulan, Januari, Februari, Maret dan April, belum juga terbayar. “Katanya, Kasat mau selesaikan hari ini. Ternyata hari ini kita kordinasi, cek ke Keuangan, ternyata bendahara belum melakukan apa-apa di sana,” ungkapnya.

Aksi yang menghangsukan Pos Jaga Kantor Satpol PP SBT itu sempat menghebohkan masyarakat sekitar. Sehingga Anggota Polres SBT langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemadaman api, serta memasang garis polisi.

Kapolres SBT, Andre Sukendar, yang terjun langsung ke TKP, berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan. Selain itu, dia menghimbau Anggota Satpol PP agar tidak ceroboh, yang nantinya dapat berdampak menjadi masalah besar bagi diri mereka sendiri.

“Jangan sampai permasalahan ini melebar, jangan sampai menimbulkan kecerobohan yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru. Bahkan tidak hanya di organisasi, tapi sampai ke pribadi nanti yang menjadi rugi,” pungkas Sukendar. (SOF)

Comment