by

Posyandu Jadi Pusat Penanganan Stunting

Ambon, BKA- Stunting menjadi salah satu fokus penanganan kesehatan di Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe. Untuk mendukung upaya tersebut, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe menjadikan dua Posyandu yang ada di kelurahan itu sebagai pusat penanganan stunting di tengah masyarakat.
Masalah satunting memang menjadi perhatian Kelurahan Benteng, lantaran penderitanya masih cukup tinggi di tengah masyarakat.
Sesuai data yang diperoleh, jumlah penderita stunting di Kelurahan Benteng sebanyak 30 kasus, yang tersebar pada  wilayah kerja Posyandu Mutiara 4 dan Posyandu Mutiara 6.  

Pada Posyandu Mutiara 4, terdapat 13 kasus bayi pendek dan 6 kasus bayi sangat pendek. Sementara di Posyandu Mutiara 6, terdapat 6 kasus balita pendek dan 5 kasus balita sangat pendek.  
“Kami menerima telepon dari Bappeda untuk mengirimkan dua Posyandu prioritas. Kami memilih posyandu Mutiara 4 kasus bayi pendek 13 orang dan kasus balita sangat pendek itu ada 6 orang. Kalau Mutiara 6 kasus bayi pendek ada 6 dan balita sangat pendek ada 5 orang. Total kasus 30 kasus stunting yang ada,” ungkap Lurah Benteng, David Finanlampir kepada Koran ini, Jumat (19/2)
Kader dua posyandu tersebut, sambung dia, akan mengikuti rakornas pusat untuk mendapat pelatihan penanganan stunting. Setelah rakornas akan ditentukan langkah penanganan yang tepat.

“Itu sudah ada pemberitahuan bahwa kader dari dari dua posyandu tersebut akan mengikuti rakornas langsung dari pusat. Setelah itu kita bisa putuskan langkah apa yang bisa diambil untuk mengatasi stunting,” tambahnya.
Disebutkan, pemerintah kelurahan menyadari pentingnya penanganan stunting. Untuk itu kedepannya akan dianggarkan penanganan stunting dari dana kelurahan.

“Menurut saya stunting ini masalah penting. Jadi tentu langkah penanganan ini perlu dilanjutkan. Jika tidak ada refocusing anggaran maka kami akan anggarkan juga untuk penanganan stunting,” tutupnya. (BKA-1)

Comment