by

PPKM Mikro Resmi Diberlakukan di MBD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) resmi memberlalukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, Kamis (8/7).

PPKM skala mikro itu akan diberlakukan selama dua minggu atau 14 hari, yang akan berakhir 22 Juli 2021.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten MBD, Yoshua Philipus, mengatakan, PPKM mikro tersebut lebih berbasis pada kelurahan dan desa, terkait penanganan penyebaran Covid-19.

“Saat ini, khusus Kabupaten MBD yang terkonfirmasi positif sudah 3 orang. Saat ini, masih menunggu hasil PCR dari 9 orang,” ungkapnya.

Karena itu, kata Philipus, salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, yakni, PPKM skala mikro.

Ada beberapa poin penting dalam penerapan PPKM skala mikro, diantaranya, pembatasan akses masuk-keluar bagi pelaku perjalanan.

Pelaku perjalanan yang berkunjung ke Kabupaten MBD dari kabupaten lain, diwajibkan menunjukan kartu vaksin minimal vaksin tahap I serta hasil tes PCR maupun syarat lain yang ditentukan.

Sementara bagi pelaku perjalanan dalam kabupaten itu, hanya menunjukan surat bebas flu dari RSUD, serta harus memenuhi persyaratan administrasi tempat tujuan.

“Jika persyaratan tersebut tidak dapat ditunjukan, maka pelaku perjalanan tersebut akan dikarantina selama 5×24 jam,” terang Philipus.

Selain itu, lanjutnya, dalam pemberlakuan PPKM mikro tersebut, tempat ibadah menerapkan jumlah jamaah hanya 50 persen. Karena itu, pelaksanaan ibadah baik di gereja dan masjid, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, Zona penyebaran Covid 19 di MBD saat ini masih menuju ke kuning, dengan adanya tambahan 3 orang yang terkonfirmasi positif.

“Diharapkan, masyarakat dapat membantu upaya pemerintah, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya. (GEM)

Comment