by

Presiden Minta LIN Maluku Dipercepat

Ambon, BKA- Setelah sempat vakum dari pembahasan, kini di masa kepemimpinan Gubernur Maluku Murad Ismail, program Lumbung Ikan Nasional (LIN) kembali menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahkan meminta agar LIN dapat dipercepat.

Hal ini disampaikan Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, saat berkunjung ke Maluku bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, pekan kemarin.
Kunjungan tersebut untuk meninjau lokasi Pelabuhan Terpadu yang terletak di perbatasan Wai-Liang, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai bagian dari pengembangan LIN untuk Maluku.

“Perintah pak Presiden, tidak boleh lama-lama. Kita harus bergerak cepat dan ditargetkan 2023, baik pelabuhan dan infrastruktur lainnya bahkan industrinya, sudah bisa berjalan,” ungkap Bahlil, dalam rilis yang diterima Koran ini, Sabtu (6/2).

Pihaknya, lanjut Bahlil, bersama pemerintah daerah, tengah melakukan sinkronisasi kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut. “Untuk masalah perizinan pusat, kami dari BKPM akan membantu penuh. Tidak ada cara lain, Maluku harus didorong sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di sektor perikanan,” sebut dia.

Di saat bersamaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan juga mempersiapkan pembangunan infrastruktur dasar, baik untuk pelabuhan transportasi maupun kawasan pelabuhan perikanan.

Di kesempatan itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga mengatakan, pihaknya akan membangun infrastruktur dasar untuk pengembangan Ambon Newport yang terintegrasi dengan Pelabuhan Perikanan dalam satu kawasan di Pulau Ambon, Maluku.
“Pak Presiden secara khusus, minggu lalu telah menegaskan, bahwa pelabuhan terpadu sebagaì bagian dari LIN harus segera dikerjakan,” tandas Budi.

Oleh sebab itu, sambung Budi, pihaknya sudah melakukan studi secara mendalam. Bahkan sudah didukung oleh studi yang dilakukan oleh World Bank.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menambahkan, pihaknya akan fokus mempersiapkan ekosistem industri berupa pembangunan infrastruktur dasar pelabuhan perikanan. Selain itu, Kementerian KP juga akan memastikan ketersediaan komoditi laut sebagai bahan dasar berlangsungnya produksi di kawasan LIN.

“Nah, saya mempersiapkan dari aspek ekonominya. Jadi ekonominya adalah ikan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan biota laut. Ini yang sedang kita siapkan,” jelas Trenggono.
Ia pun berkeinginan terbangunnya pelabuhan perikanan terintegrasi di kawasan LIN Maluku yang modern.

“Bagi kami di KKP adalah bagaimana seluruh potensi sektor perikanan atau biota kelautan bisa berpusat di Ambon, sehingga perekonomian di sini nanti tumbuh. Lalu ada terbentuk atau terbangunnya satu pelabuhan perikanan yang modern, seperti di Tsukiji di Jepang. Itu bagus sekali,” harap Trenggono.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail menjelaskan, tugas gubernur adalah dalam rangka persiapan dan pembebasan lahan. “Itu semua tanggung jawab gubernur untuk pembebasan lahan dan menetapkan lokasi. Kita juga telah membentuk tim untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Murad.
Dia berharap, media dapat membantu pemerintah baik pusat maupun daerah dengan memberikan sosialisai terhadap publik.

“Saya minta, kita semua tolong bantu. Tolong membicarakan hal-hal yang baik, sehingģa pelaksaan pembangunan dalam rangka LIN dan pelabuhan terintegrasi di Maluku bisa terwujud. Tanpa bantuan dari rekan- rekan wartawan yang memberitakan hal-hal yang baik, saya yakin tidak akan terjadi,” tutupnya (IAN).

Comment