by

Prestasi Ira Patut Dicontohi

Ambon, BKA- Prestasi yang diraih Nurabiah Tuasikal atau biasa disapa Ira, patut dicontohi Mahasiswa lainnya.

Mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) Ambon itu diangkat sebagai Presiden Pemudi Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Indonesia masa bakti 2021-2023, oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Bukan baru kali ini Ira berprestasi ditingkat nasional. Namun dia juga pernah mengukir prestasi ditingkat regional Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah XII, pada 2018 lalu.

“Bayangkan, 2018 itu ada 44 perguruan tinggi tambah 2 PTN, dan ia mampu keluar sebagai pemenang saat itu. Ini bisa menjadi contoh kepada mahasiswa lain,” ungkap Ketua LL Dikti wilayah XII, Muhammad Bugis, kepada wartawan, Jumat (19/2).

Dengan berbagai prestasi yang diraih Ira tersebut, lanjut Bugis, menandakan kalau mahasiswa Maluku memiliki potensi sumber daya manusia yang cerdas, meskipun Maluku ditetapkan sebagai Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“Saya katakan, jangan kita berkecil hati sebagai orang Maluku karena berada di daerah 3T, lalu terus kita identik dengan orang tidak mampu. Sudah dibuktikan dengan adik kita ini (Ira, red-). Dia terpilih menjadi Presiden Duta Pepelingasih untuk Indonesia. Itu bukanlah hal yang mudah. Dan itu adalah prestasi yang luar biasa, yang kita tunjukan untuk negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ira mengaku, ada beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini. Namun yang paling penting, yaitu, mensosialisasikan kepada pemuda-pemudi untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Saya akan sosialisasikan dahulu dalam bentuk tindakan. Karena percuma saya berbicara tanpa tindakan. Saya mulai dengan program sosialisasi, nanti dengan mengajak kelompok pecinta alam. Lalu kemudian sosialisasi kepada masyarakat. Itu program saya tiga bulan mendatang,” jelas mahasiswa asal Negeri Pelauw, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah itu.

Sosialisasi yang dilakukan nanti, terangnya, terkait pengertian lingkungan, bahaya sampah sampai dengan pengelolaan atau daur ulang sampah, sehingga lingkungan tetap terlihat bersih dan apik.

“Misalnya di Pasar Mardika yang banyak sekali sampah plastiknya. Kita bisa mulai dengan berbelanja tidak menggunakan kantong plastik, tetapi keranjang. Bukan berarti membenci plastik. Tapi bagaimana plastik juga bisa menjadi sesuatu yang berharga,” terangnya.

Tambah dia, hanya 50 persen masyarakat Maluku yang sudah sadar dengan pentingnya menjaga lingkungan. “Menurut saya 50 persen masyarakat Maluku sudah sadar pentingnya menjaga lingkungan. Walau pun belum semua, tapi sudah ada yang sadar,” tandasnya.(IAN)

Comment