by

Pria Bejat Minta Keringanan Hukuman

Maski sudah diancam 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, Corneles Angkotta alias neles (47), terdakwa kasus persetubuhan terhadap siswa SMP ini, ngotot minta keringanan hukuman di majelis hakim.
Kuasa hukum terdakwa, Victor Tala mengatakan, ancaman hukuman yang diancam 12 tahun oleh jaksa, dirinya anggap terlalu berat, sehingga dalam persidangan pledoi, terdakwa mohon keringanan hukuman.

“Sudah kita pledoi beberapa hari lalu, dalam permintaan kami, memohon agar terdakwa divonis ringan oleh yang mulia majelis hakim,” ujar Victor, Jumat, (21/5).
Kata dia, dalam persidangan tersebut, terdakwa sudah mengakui semua perbuatan yang dilakukan, terdakwa juga mengaku hilaf. Meski begitu, perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Tidak ada unsur paksaan. “Jadi pada intinya, semua upaya telah kita lakukan, semoga putusan majelis hakim ada terlihat keadilan disitu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemuda Warga Latuhalat kompleks Waimahu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon,terancam hukuman penjara selama 12 tahun atas perbuatan bejadnya yang menyetubuhi remaja yang masih duduk dibangku SMP.

Tuntuntan disampaikan jaksa penuntut umum Chaterina Lesbata dalam sidang yang dipimpin Lutfi selaku hakim ketua di Pengadilan Negeri Ambon Senin (17/5).
Dalam tuntutan tersebut , JPU meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada terdakwa lantaran terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) UU RI no.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana selama 12 tahun penjara dikurangi masa tahanan dan denda Rp.60.000.000 subsider 3 bulan kurungan dengan perintah terdakwa tetap di tahan,”ujar Lesbata saat membacakan berkas tuntutan.

Dalam berkas tuntutan, jaksa menguraikan, perbuatan bejad yang dilakukan terdakwa pertama kali di tahun 2019. Perbuatan serupa kembali dilakukan di bulan Juni 2020 sebelum akhirnya diketahui pihak keluarga dan dilaporkan ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Di awal kejadian, korban yang adalah tetangga terdakwa sementara duduk di depan rumahnya, tiba tiba terdakwa melambaikan tangan kepada korban. Awalnya korban tidak menghiraukan namun terdakwa yang masuk ke rumah kembali memangil korban sehingga korban menemui terdakwa.

Saat masuk ke rumah terdakwa, korban diberikan uang sebesar Rp.20.000, korban tidak mau menerima namun terus dipaksa oleh terdakwa.

Usai menerima uang tersebut, terdakwa kemudian menarik tangan korban untuk masuk ke dalam kamar. Disana korban disuruh berbaring dikasur dan menarik celana korban. Melihat perbuatan terdakwa korban melakukan perlawanan, namun terdakwa terus memaksa hingga pakaian korban terlepas, dan selanjutnya terdakwa mulai melakukan perbuatan bejadnya dengan menyetubuhi korban.

Kejadian serupa terus berlangsung hingga Juni 2020 dengan total sebanyak 4 kali persetubuhan.
Hal tersebut terungkap setelah orang tua korban yang curiga dan mendesak korban untuk bercerita. Disitu korban akhirnya memceritakan semua perbuatan bejad yang dilakukan terdakwa terhadap dirinya.
Atas pengakuan tersebut, orang tua korban selanjutnya melapor ke Polresta Ambon, sehingga terdakwa akhirnya diamankan dan diproses lanjut. (SAD)

Comment