by

Pria Bejat Nekad Perkosa Sepupu Sendiri

Ambon, BKA- AM yang merupakan warga Kusu-kusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, saat ini harus mendekam di tahanan Polrest Ambon, sejak 6 November lalu.

Dia dilaporkan telah melakukan pemerkosaan terhadap sepupunya sendiri yang masih di bawah umur, pada 12 Oktober lalu.

Aksi bejat AM itu dilakukan usai menenggak minuman keras. Saat itu, pelaku mengahadang korban yang berjalan pulang menuju rumahnya, yang tidak jauh dari TKP.

Pelaku mengajak korban untuk menjalin hubungan atau pacaran.
Korban yang ketakutan, berupaya untuk menghindar. Namun pelaku terus memaksa korban, bahkan kemudian memperkosanya.

“Jadi pelaku dan korban ini punya hubungan sepupu. Saat itu, pelaku dalam keadaan mabuk. Awalnya pelaku ajak korban pacaran. Korban tidak mau. Kejadian malam dan kondisi yang sepi, lihat ada kesempatan, pelaku merangkul korban. Korban sempat mencoba kabur, tapi ditarik lagi. Disitu pelaku menjatuhkan korban dan meyetubuhi korban,” jelas Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, dalam keterangan pers-nya di Mapolresta Pulau Ambon, Rabu (11/11).

Perbuatan bejat pelaku terungkap setelah pacar pelaku memeriksa HP-nya, dan menemukan foto korban dengan kondisi setengah telanjang.

Pacar pelaku kemudian marah. Dia menanyakan foto tersebut ke pelaku, namun pelaku mengelak. Selanjutnya, pacar pelaku langsung menanyak foto tersebut ke korban, yang akhirnya peristiwa tersebut terungkap dan tersebar sampai ke keluarga korban.

“Terungkapnya itu dari pacar pelaku yang menemukan foto korban dalam kondisi setengah telanjang di HP pelaku. Selanjutnya, permasalahnya terungkap dan sampai ke keluarga korban yang tidak terima, kemudian melapor ke Polresta untuk ditindak lanjuti,” terang Kapolresta.

Anggota yang mendapat laporan tersebut, kemudian bergerak dan mengamankan pelaku di kediamannya di Kusu-Kusu Sereh pada Jumat, 6 November lalu.

“Saat ini, pelaku sudah kita amankan, sekaligus ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka AM dijerat pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya. (SAD).

Comment