by

Profil Magnus Carlsen, Pecatur Nomor Satu Dunia

Magnus Carlsen adalah pendobrak di dunia catur. Ialah sosok pertama yang meraih tiga gelar dunia sekaligus: Juara Catur Dunia, Juara Catur Cepat Dunia, dan Juara Catur Kilat Dunia.

Pemilik julukan “The Mozart of Chess” itu saat ini menempati peringkat pertama FIDE (federasi catur dunia).

Rating ELO Carlsen berada di angka 2887. Carlsen juga menjadi “raja” atau berada di peringkat kesatu dalam situs Chess.com, yang belakangan ini jadi perbincangan nasional.

Carlsen lahir di Tonsberg, Norwegia, pada 30 November 1990, dari pasangan Sigrun Øen (seorang insinyur kimia) dan Henrik Albert Carlsen (seorang konsultan IT). Keluarga ini hidup berpindah-pindah dari Finlandia, Belgia, dan Norwegia.

Menurut cerita Albert Carlsen, sang anak menunjukkan bakat intelektual sejak usia muda. Saat berusia dua tahun, Carlsen memecahkan 50 teka-teki jigsaw (menyusun puzzle), lantas pada usia empat tahun ia bisa merakit perangkat lego dengan instruksi untuk anak usia 10-14 tahun.

Simen Agdestein, Grand Master (GM) Catur Norwegia yang pernah menjadi pelatih Carlsen mengisahkan, Carlsen punya ingatan luar biasa. Carlsen mampu mengingat daerah, jumlah populasi, bendera, dan ibu kota semua negara di dunia pada usia lima tahun.

Melihat tanda-tanda intelektualitas anaknya, Albert mulai mengajari Carlsen permainan catur pada usia lima tahun.

Albert adalah pecatur amatir. Awalnya Carlsen tak berminat dengan catur, tapi minatnya meluap setelah diejek kakaknya.

Sebagaimana dikisahkan Calrsen di Chess24, kakaknya adalah sosok yang membuatnya serius bermain catur. Ia lantas membaca buku-buku catur seperti “Find the Plan” karya Bent Larsen, dan “The Complete Dragon” karya Eduard Gufeld.

Ia juga mengembangkan keterampilan catur dengan bermain sendiri selama berjam-jam. Ia menggerakkan bidak-bidak, mencari kombinasi, dan memainkan kembali permainan dan posisi yang diperlihatkan ayahnya.
Carlsen pertama kali tampil dalam turnamen catur pada 1999 saat masih berusia 8 tahun 7 bulan. Pada tahun yang sama Carlsen berlatih di Sekolah Tinggi Olahraga Elite Norwegia dan dilatih oleh Simen Agdestein.
Carlsen juga pernah belajar kepada Torbjorn Ringdal Hansen, GM asal Norwegia.

Nama Carlsen mulai jadi perbincangan saat tampil dalam kejuaraan tim junior Norwegia pada September 2000.
Penyuka komik Donald Duck ini mengatakan, dalam sehari menghabiskan waktu tiga sampai empat jam untuk belajar catur.
Sepanjang 2000-2003, Carlsen mengikuti ratusan kejuaraan yang beberapa di antaranya dimenangkan.
Beberapa di antaranya adalah posisi keenam Eropa U-12, dan juara dunia U-12 di Heraklion, Yunani.

Setelah menyelesaikan sekolah dasar, Carlsen cuti setahun untuk berpartisipasi dalam turnamen catur internasional Eropa selama musim gugur 2003. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di sekolah olahraga.
Carlsen meraih gelar GM pertamanya pada Januari 2004. Sebulan setelahnya, Carlsen memperoleh norma GM keduanya di Moscow Aeroflot Open pada Februari.
Pada 17 Maret 2004, ia secara mengejutkan mengalahkan Anatoly Karpov dalam turnamen catur kilat di Reykjavik, Islandia.
Hanya dalam tempo enam tahun setelahnya, yakni pada 2010, Carlsen mencapai puncak peringkat dunia FIDE.

Carlsen pertama kali mencapai puncak peringkat dunia FIDE pada 2010. Menariknya, ia mencapai itu pada usia 19 tahun. Ia menjadi yang termuda dalam sejarah catur dunia.

Carlsen lantas menjadi Juara Catur Dunia pada 2013 dengan mengalahkan Viswanathan Anand. Pada 2014, Carlsen kembali melawan Anand dan kembali menang.

Ia juga juara dunia catur cepat dan kejuaraan blitz dunia pada 2014. Ini juga yang pertama dalam sejarah dun. Ia mengulangi pencapaian ini pada 2019. (INT)

Comment