by

Program FKIP Mengajar Mulai Tahun 2021, Dekan: Kita Akan Fokus di Kabupaten Kekurangan Guru

Ambon, BKA- Setelah dilantik sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon pada Februari lalu, Prof. Izaak H. Wenno langsung mulai melakukan gebrakan dengan menjalankan program kerjanya.

Salah satu program yang akan dijalankan, yakni, FKIP mengajar dalam rangka mendukung program kampus merdeka dari Pemerintah Pusat (Pempus).

Saat ditemui diruang kerjanya, Wenno mengatakan, program FKIP yang direncanakan mulai berjalan semester ganjil mendatang, merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa pada fakultas yang dipimpinnya itu.

Mata kuliah itu, lanjut Wenno, sebelumnya dinamakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Namun sekarang telah berubah nama menjadi Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), yang merupakan salah satu bentuk rekonstruksi pendidikan yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Nah, kita akan mulai menjalankan PLP pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022. Dimana PPL atau PLP ini tidak lagi dipusatkan di Kota Ambon. Tapi di Kabupaten-Kabupaten yang kekurangan guru. Selama ini kita hanya fokuskan di Kota Ambon, padahal di daerah lain lebih membutuhkan kehadiran dari mahasiswa PLP ini,” ujar Wenno, Selasa (9/3).

Program FKIP mengajar, katanya, selain untuk menjawab tuntuntan mata kuliah wajib mahasiswa, juga sebagai wujud dukungan kampus, khusus fakultas tersebut terhadap program merdeka belajar atau kampus mengajar. Sehingga dia sangat berharap, dukungan dan kerjasama dari semua pemerintah daerah (pemda), guna menyukseskan program tersebut.

“Karena mereka akan melaksanakan tugas dan tanggungawab sebagai mahasiswa PLP selama 6 bulan di daerah. Sehingga sebelum kita jalankan di semester depan, dari sekarang kita mulai melakukan sosialisasi di kabupaten-kabupaten, salah satunya kemarin kita sudah jalan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Dengan harapan, ada kerjasama yang baik antara pemda dengan kampus, dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas di waktu mendatang,” tandas Wenno. (LAM)

Comment