by

Program Gelora Dukung Pencegahan Penularan Covid-19 di Buru

Ambon, BKA- Program Gerakan Bupolo Magrib Mengaji (Gelora) yang dicetus Bupati Buru, Ramly Umasugi, dianggap salah satu program yang mendukung pencegahan penularan virus Covid-19 di Kabupaten Buru.

Gelora merupakan salah satu program skala prioritas, di periode kedua kepemimpinan Ramly Umasugi, dalam menjalankan roda pemerintahan di kabupaten itu.

Gelora adalah implementasi kongkrit untuk menuju manusia terbaik sebagaimana ungkapan Nabi Muhamnad SAW, bahwa orang yang terbaik adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.

Pasalnya, program ini mengajurkan para pedagang, pemilik toko-toko dan warung makan, untuk menutup sementara usahanya saat memasuki waktu Shalat Magrib. Sehingga saat itu tidak ada transaksi jual beli, demi pembinaan mental spiritual masyarakat dalam hal membaca Alquran di rumah maupun di masjid.

Maka dari itu, program ini mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru dalam pencegahan penyebaran virus corona di wilayah setempat.

“Tentunya program gelora menurunkan angka penyebaran Covid-19, karena aktivitas orang-orang di jalan kan berkurang. Program ini menghimbau orang-orang kembali ke rumah untuk bersiap-siap menjalankan shalat,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemkab Buru, Umar Karepesina, kepada koran ini di ruang kerjanya, Kamis (5/11).

Sejak program Gelora ini dijalankan di Kota Namlea, wajib hukumnya bagi para pelaku usaha untuk tidak menerima transaksi jual beli di waktu Magrib. Bahkan hal itu makin diperketat di masa pamdemi ini.

“Semua jenis usaha harus ditutup. Selama beberapa bulan ini kan patroli itu selalu. Patroli Gelora dan patroli dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19,” kata Karepesina.

Bahkan sebelumnya, Bupati Ramly Umasugi telah memanfaatkan momentum itu sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku ke-28. Ia memperkenalkan dua program unggulannya, salah satunya Gerakan Bupolo Magrib Mengaji (Gelora) dan Gerakan Bupolo Membaca (Gencar).

Selain itu, kini Kabupaten Buru kembali memasuki status zona hijau dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Namlea telah dicabut. “Sekarang kan PSBB sudah dicabut. Syukur alhamdulillah, Kabupaten Buru sudah kembali ke zona hijau dan sekarang aktivitas sudah kembali normal dan untuk,” katanya.

Walaupun telah kembali ke zona hijau, namun penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan agar tidak kembali ke zona kuning, oranye maupun merah lagi.

“Toko-toko besar seperti swalayan yang ditutup pada jam-jam tertentu, kalau malam batas sampai jam 10 dan pagi sekitar jam 9 mulai dibuka. Ini berlaku selama Covid,” pungkasnya. (MSR)

Comment