by

Proses BDR Bagi Siswa Kelas I Dilakukan Bertahap

Ambon, BKA-Kepala SD Kristen Urimessing B2, C. Salawanej, salah satu tantangan yang dihadapi pihak sekolah pada masa pembelajaran di tengah pandemi Covid-19, yakni, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Jauh (BDR) bagi siswa kelas satu.

Karena siswa kelas I belum bisa belajar menggunakan aplikasi smartphone seperti siswa kelas lainnya, maka proses pembelajaran BDR bagi mereka akan dilakukan secara bertahap, menggunakan buku yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah.

“Untuk sementara siswa-siswi belajar di rumah dengan cara manual di bantu oleh buku yang di siapkan dari sekolah. Termasuk anak-anak kelas I, kita juga lakukan hal yang sama. Tapi materinya secara bertahap,” ungkap Salawanej, Jumat (21/8).

Menurutnya, para guru kelas satu terus terus didorong untuk menyiapkan materi-materi dasar, guna disampaikan secara bertahap kepada para siswa. Sebab mereka hanya diajarkan untuk belajar membaca dan berhitung. Belum bisa dipaksakan untuk belajar materi lainnya, yang membutuhkan pendampingan atau bimbingan langsung dari guru.

” Itu yang bisa kita lakukan untuk kelas I. Karena itu, sementara ini saya terus berikan motifasi kepada wali kelas. Dan saat ini, guru sudah membuat gambar dalam bentuk huruf vokal untuk disampaikan ke orangtua. Jadi dalam dalam satu minggu itu kita lihat perkembangan mereka. Kalau ada perubahan, meteri itu diulangi lagi di minggu berikutnya. Ini karena kondisi, jadi kita jalan secara manual saja, sehingga perlu pembelajaran yang berulang agar mereka tidak ketinggalan dalam belajar, khusus siswa kelas I ini,” paparnya.

Sementara untuk kelas atas, juga dilakukan hal yang sama, yakni, belajar secara manual menggunakan buku-buka yang sudah dibagikan kepada siswa.

Selain itu, dalam waktu dekat akan disediakan fasilitas WiFi di sekolah, guna membantu siswa maupun guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar secara online.

“Memang saya sudah usahakan untuk WiFi di sekolah, tapi tidak ada jarinagn. Sehingga untuk sementara kita manual saja menggunakan buku. Nanti ada pantauan dari guru, jika orangtua mandapatkan kesulitan dalam membantu siswa untuk menjelaskan pelajaran. Karena memang kita masih dilarang untuk tatap muka,” pungkasnya.(LAM)

 

Comment