by

Proses PJJ Terus Dipantau

Ambon, BKA- Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik secara Daring maupun Luring, guru terus memantau perkembangan belajar anak.

Kepala SD Inpres 22 Ambon, Ch. Atamimi, mengatakan, pada proses pemantauan itu, guru lebih menitikberatkan pada siswa kelas kecil, yakni, kelas I dan II. Karena mereka masih membutuhkan perhatian penuh dari guru maupun orangtua.

“Pemantauan ini kita terus lakukan, agar bisa mengetahui perkembangan siswa. Sekaligus membantu orangtua dalam mengatasi masalah belajar anak di rumah. Memang pantauan yang dilakukan lebih kepada kelas I dan II, sebab memang mereka dalam proses belajar membaca, menulis, dan menghitung. Sehingga tidak bisa hanya berharap belajar Daring, tapi juga sesekali harus turun pantau perkembangan belajar mereka selama di rumah,” ujar Atamimi, Kamis (24/9).

Dia mengatakan, masing-masing siswa memiliki perbedaan. Untuk itu, pemantauan langsung secara tatap muka, sangat penting untuk dilakukan.
Bukan berarti guru tidak percaya dengan orangtua dalam mendampingi siswa saat belajar, katanya, tapi lebih dari itu, guru menjalankan tanggung jawab untuk memperhatikan anak-anak didiknya.

“Ini penting, agar saat masuk sekolah, mereka sudah ada perkembangan. Tapi kalau tidak, maka pasti guru yang harus ajarkan ulang. Namanya juga anak-anak baru masuk sekolah, jadi kalau tidak diingatkan terus, maka mereka bisa lupa semua materi pelajaran yang diberikan oleh guru,’’ terangnya.

Untuk mencegah masalah tersebut, maka Atamimi terus mendorong guru-gurunya agar tetap semangat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab selama masa pandemi ini.

Ia juga meminta kepada orangtua, agar maksimal dalam mendampingi anak di saat jam belajar. “Kita terus berharap, agar orangtua tidak membiarkan anak-anak belajar sendiri. Kalau bisa, ada pendampingan orangtua, khususnya anak-anak yang kelas I. Kasihan, mereka saat masuk sekolah diperhadapkan dengan pandemi, sehingga tidak belajar dengan baik. Semoga walaupun dengan kondisi ini, mereka bisa belajar untuk tahu membaca dan tulis. Itu harapan kita para guru. Selain tetap sehat, mereka juga harus bisa belajar memenuhi kebutuhan pendidikan mereka,” harap Atamimi. (LAM)

Comment