by

Prostitusi Berkedok Lapak Dibongkar Satpol-PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Ambon membongkar lapak liar yang diduga sengaja dibangun sebagai tempat prostitusi di areal Terminal Mardika, Ambon. Beberapa lapak liar yang berada di bagian dalam pagar terminal ini, dibongkar setelah dilaporkan pedagang setempat.

“Lapak dan kios ini ditengarai dipergunakan sebagai tempat berbuat mesum,” beber Kepala Satpol-PP Kota Ambon, Josias Lopies kepada wartawan, di Balai Kota, Rabu (2/6).
Dia mengaku, ada dua lapak yang dibongkar, dan satu kios ditutup. “Kami sudah lakukan penertiban atau dibongkar dua lapak.
Sedangkan satu kios tidak dibongkar karena dibangun oleh Pemkot. Namun kios tersebut sementara kita segel,” terangnya.
Menurut Josias, beberapa lapak liar itu sebelumnya juga meresahkan para pedagang sekitar, karena diduga sering dijadikan bisnis “esek-esek” berkedok lapak pedagang yang disewakan Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan terminal Mardika itu.

Sambung dia, lapak yang berada di pagar terminal itu disewakan bagi lelaki hidung belang untuk berbuat mesum dengan tarif Rp.25.000 untuk sekali kencan. Pada lapak sempit berukuran dua meter itu, juga disediakan tempat tidur beralaskan papan, dan sekelilingnya tertutup pagar zenk.
“Berdasarkan laporan masyarakat pada pemberitaan itu, maka kita lakukan penindakan, agar tidak lagi meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Dia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang dikemudian hari. “Saya harap ini tidak terjadi lagi. Marilah kita jaga kota bertajuk Manise ini. Jangan kita kotori dengan cara seperti itu, ” pesannya. (IAN)

Comment