by

Proyek Bendungan Waeapo Baru Capai 38 Persen

beritakotaambon.com – Pekerjaan fisik mega Proyek Starategis Nasional (PSN) Bendungan Waeapo yang berada di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, baru mencapai 38 persen. Padahal proyek tersebut telah dikerjakan sejak 2017 lalu.

Proyek strategis nasional tersebut dalam dua paket, yakni, paket 1 berupa bendungan utama dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) dan paket 2 berupa bangunan pelimpah (spillway) serta fasilitas lain dikerjakan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

Pengerjaan proyek Bendungan Waeapo didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017-2022, senilai Rp 2,1 triliun.

Baca juga: Kajati Maluku Kunjungi Proyek Bendungan Waeapo, Ada Apa?

Proyek strategis nasional itu dikerjakan dibawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, sebagai kepanjangan tangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Untuk memastikan pekerjaan tersebut terus berjalan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Undang Mugopal dan Kepala Badan Inteljen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Brigjen TNI Jimmy Aritonang, melakukan kunjungan kelokasi proyek bendungan itu, Minggu (17/10).

Saat melakukan kunjungan tersebut, turut hadir, Bupati Buru, Ramli Ibrahim Umasugi, Kajari Buru, Muhtadi, Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, beserta staf Kejari Buru, Kepala Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku, Marva Ranla Ibnu, beserta staf, Sekda Kabupaten Buru, M. Ilias Hamid, dan Kepala Pengadilan Negeri Buru, Yogi Rachmawan.

Kajati Maluku, Undang Mugopal menyampaikan, kunjungannya di mega proyek Bendungan Waeapo itu kejaksaan dijadikan sebagai pendamping.

“Kemarin (Minggu) kami dari Kejaksaan Tinggi khususnya melakukan kunjungan ke salah satu proyek strategis nasional, yaitu, bendungan,” terang Undang, usai melakukan pemantauan vaksinasi massal di Kejari Buru, Senin (18/10).

Baca juga: Revitalisasi Pasar Mardika Terancam Batal Tahun Ini

Dari hasil kunjungan tersebut, mantan Wakil Kajati Maluku itu memastikan, tidak ada hambatan dalam pengerjaan ataupun temuan yang mengarah ke penyalahgunaan anggaran, sehingga melanggar hukum.

“Kami saat ini tidak menemukan hal-hal yang penyimpangan dari pada aturan, terkait dengan proyek bendungan strategis nasional. Pembangunan saat ini hampir 38 persen. Diharapkan untuk akhir tahun ini bisa mencapai dititik 40 sampai 50 persen,” ujar Undang.

Orang nomor satu di Kejati Maluku itu menjelaskan, dirinya tidak berharap pembangunan proyek strategis nasional itu mendapat kendala di lapangan. Sebab pembangunan bendungan tersebut untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi tidak boleh ada hambatan sekecil apapun, sehingga proyek ini tetap sasaran, tepat guna dan tidak ada permasalahan yang menyangkut hukum. Saat ini hasil dari pendampingan kami, kami juga beberapa kali melakukan koordinasi terkait proyek ini,” ungkapnya.

Baca juga:
MBD Akan Perketat Keamanan Laut Pulau Luang

Sementara disinggung terkait dengan apakah bisa mencapai target pada tahun 2022, katanya, untuk sementara dioptimalkan agar dapat selesai sesuai dengan target.

“Nah, kemarin dan juga beberapa kali dilaporkan kepada kami, beberapa waktu yang lalu ada terkendala yang terkait dengan menyangkut tanah dan cuaca. Ternyata ada delay pekerjaan dan permasalahan tanah sekarang sudah kita dapat selesaikan dengan para masyarakat. Sekarang pembangunan lebih dioptimalkan lagi, karena target tahun 2022 bisa tercapai,” pungkasnya. (MSR)

Comment