by

Proyek Pengendalian Sedimen Way Ela Rusak

AMBON-BKA, Proyek pembangunan talud pengendalian sedimen Sungai Way Ela yang dibangun pada 2020 lalu, rusak parah.

Kerusakan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar itu, diduga akibat pekerjaan yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

Anggota DPRD Maluku, Halimun Saulatu, meminta Komisi III untuk segera memanggil Kepala Balai Sungai Wilayah Maluku dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk memberikan penjelasan.

“Saya akan berkoordinasi bersama rekan-rekan di Komisi III, untuk mengatensi persoalan ini dan memanggil Kepala BWS Maluku,” ujar Saulatu, Kamis(22/7).

Menurutnya, proyek tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan. Sebab dalam proses perencanaan dan pekerjaanya, diduga tidak memperhitungkan kedaruratan situasi atau potensi ancaman hujan dengan debit yang lebih besar.

Alhasil, proyek yang baru saja dikerjakan tahun lalu itu hancur. Bahkan salah satu rumah warga setempat, mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh.

“Kita tidak bisa menutup mata dengan persoalan ini. Sebab nyawa warga setempat taruhannya, jika Proyek itu tidak segera diperbaiki dan dikerjakan dengan maksimal untuk menangkal potensi ancaman yang paling berat, ” tegas Saulatu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jacson Tehupiory, yang dikonfirmasi ihwal tersebut berdalih, kapasitas pekerjaan proyek yang dikerjakan itu sesuai dengan jumlah anggaran yang tersedia. Sehingga rancangan talud pengendalian sedimen itu dibangun sesuai dengan kekuatan anggaran.

“Proyek itu sudah maksimal kami kerjakan. Dan itu melalui perencanaan. Karena anggarannya sedikit, ya kami rancang pembangunannya juga sesuai anggaran,” terang Jacson.

Ia menepis, jika proyek itu asal dikerjakan. “Itu tidak benar. Kami sudah berupaya sesuai dengan kemampuan kami,” tukasnya. (RHM)

Comment