by

PSBB Transisi VIII, Aturan Dilonggarkan

Ambon, BKA- Memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap VIII pada 26 Oktober, pekan depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melonggarkan aturan bagi pengusaha.

Hal itu dilakukan Pemkot Ambon untuk kembali menggairahkan perputaran roda ekonomi secara perlahan, yang sempat terpuruk sejak merebaknya virus corona.

Misalnya, Pemkot Ambon mulai mengizinkan pengoperasi bioskop, yang sebelumnya terpaksa dihentikan.

Meskipun demikian, namun Pemkot Ambon tetap memberlakukan berbagai pembatasan, guna mengontrol penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengatakan, pada pemberlakukan PSBB transisi VIII, pekan depan, toko-toko, rumah kopi maupun restoran, akan diberikan waktu beroperasi hingga pukul 21.00 WIT. Lebih lama dari sebelumnya, yang hanya hingga pukul 18.00 WIT.

“Kita juga akan ijinkan bioskop untuk beroperasi lagi. Dan itu mulai hari Senin akan datang. Dengan catatan, kapasitas penonton hanya 50 persen, dan juga harus menjaga protokol kesehatan,” ujar Louhenapessy, ketika menggelar konferensi pers di Aula Balai Kota Ambon, Kamis (22/10).

Untuk bioskop, katanya, nanti akan diberikan waktu beroperasi pada pukul 10.00 WIT hingga 20.00 WIT. “Itu akan diawasi tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Kota Ambon dengan seketat mungkin,” tambahnya.

Berbagai kelonggaran aturan itu, katanya, diberikan Pemkot Ambon agar para pengusaha mendapat sedikit ruang untuk memperoleh keuntungan.

Namun dia mengingatkan para pelaku usaha, apabila kedapatan ada yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, maka Pemkot Ambon tidak segan-segan untuk mengambil langkah tegas.

Khusus untuk angkutan kota (angkot), katanya, belum ada kelonggaran aturan. aturannya masih sama, yakni, kapasitas muatan hanya 50 persen. Jam operasional angkot dimulai pukul 06.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT.

Kebijakan itu masih dipertahankan, untuk mencegah agar jangan sampai muncul kluster baru penyebaran Covid-19.

“Untuk angkutan, tetap masih dengan pola yang ada sekarang. Jadi tetap kapasitas muatannya itu 50 persen. Terminal juga jaminannya kita tutup. Karena aktivitas transaksi masyarakat cukup tinggi di terminal,” akuinya.

Demikian juga dengan tempat hiburan malam atau karaoke. “Tempat usaha karoke, itu yang tidak kita ijinkan. Karena rata-rata tempat karaoke itu di tempat tertutup, dan itu yang akan berbahaya sekali untuk kita,” tandasnya. (BKA-1).

Comment