by

PSBB Transisi VIII, Pelanggar Prokes Berkurang

Ambon, BKA- Penerapan PSBB Transisi tahap VIII yang diperpanjang Pemerintah Kota Ambon, pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) semakin berkurang. Yakni dilihat dari operasi Yustisi yang diterapkan Pemerintah Kota lewat Perwali nomor 25 tahun 2020 tentang Penegakkan Disiplin Masyarakat Terkait Prokes.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Ambon, Sirjhon Slarmanat mengaku, penerapan PSBB yang diterapkan sejak 26 Oktober lalu, pelanggar prokes yang terjaring lewat Operasi yustisi, tidak mencapai ratusan.

“Ternyata masyarakat makin sadar. Tingkat kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat semakin baik. Itu terbukti dari pelaksanaan Yustisi. Terdapat jumlah pelanggaran menurun. Baik itu moda transportasi dan lain-lain. Selama PSBB transisi tahap VIII belum sampai seratus pelanggaran,” sebut Sirjhon kepada awak media di Balai Kota, Senin (2/11).

Menurut dia, tim Gustu Covid-19, bukan cuman melakukan operasi Yustisi di pusat Kota maupun di desa-desa, tetapi akan masuk ke tempat destinasi yang ada di Kota bertajuk Manise ini. Dan selama Perwali nomor 25 tahun 2020 belum dicabut, operasi Yustisi akan terus dijalankan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon.

“Operasi akan jalan terus. Walaupun hari libur kemarin, operasi Yustisi tetap jalan. Sekarang saja sudah masuk ke objek-objek wisata,” bebernya.

Selain itu, Dia menuturkan, tingkat kesembuhan di kota Ambon juga sangat meningkatn. Yakni dari ribuan hingga tersisa ratusan pasien Covid-19 yang diisolasi. Dan hal tersebut sesuai dengan harapan.

“Tingkat kesembuhan juga semakin meningkat. Dari seribu lebih, sekarang sudah tinggal empat ratusan saja,” tandasnya.

Disinggung soal berapa jumlah denda dari operasi Yustisi yang telah masuk ke kas daerah, Shrijhon mengaku, belum ada penambahan. Dimana denda Yustisi yang bayarkan para pelanggar prokes masih berada pada kisaran Rp 118 juta.

Pasalnya, sesuai dengan waktu yang ditetapkan Pengadilan Negeri Ambon, para pelanggar akan disidangkan pada 13 November 2020 nanti.

“Sidang itu juga sangat tentatif. Tergantung tingkat sidang yang dibuat di pengadilan. Karena bisa saja waktu sidang bisa molor,” imbuhnya.

Sekedar tahu, seluruh denda dari operasi Yustisi yang dilakukan Gustu Covid-19 Kota Ambon, akan dimasukan ke kas daerah dan digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon. (BKA-1)

Comment