by

PT. Nusa Ina Dilaporkan ke Polisi

Ambon, BKA- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Lingkungan resmi mempolisikan PT Nusa Ina ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Senin (8/3).

Alasan dilaporkan PT Nusa Ina ke pihak kepolisian karena diduga telah melakukan pencemaran lingkungan di Dusun Siliha Negeri Maneo Tendah Kecamatan Kobi Seram Utara Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Dari data yang dihimpin di Markas Ditreskrimsus kawasan Mangga dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon,perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit dilaporkan atas dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah kelapa sawit dari perusahaan yang di pimpin Sihar Sitorus itu.

LSM Kalesang Lingkungan, Collin Leppuy, selaku pelapor kepada wartawan di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku mengatakan, laporan di layangkan LSM Kalesang Lingkungan atas kepercayaan masyarakat Dusun Siliha yang menjadi korban dari dampak pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Nusa Ina.

Dia mengaku, saat ini laporan yang dilayangkan baru dalam bentuk laporan aduan, mengingat pihaknya sementara menunggu hasil Labfor air laut yang dicemari, untuk digunakan sebagai bukti dari laporan yang dilayangkan tersebut.

“Kami diberi kuasa oleh warga di dusun Siliha untuk advokasi dan pengaduan berupa laporan di Ditreskrimsus terkait pengurusakan tersebut, kami punya uji sampel yang sementara berproses di laboratorium yang kemudian akan dijadikan bukti dalam memperkuat laporan kami hari ini,”jelas Collin Leppuy usai meyerahkan laporan aduan di Ditreskrimsus Polda Maluku, Senin (8/3).

Dia melanjutkan, ada dua poin yang terlampir dalam laporan aduan yang dilayangkan, dua poin tersebut masing masing meminta penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku memeriksa dan memproses Direktur PT Nusa Ina yang bertanggung jawab atas pencemaran di Dusun Siliha serta mencabut Ijin PT Nusa Ina.

“Kenapa sampai dua poin ini kami lampirkan karena fakta yang kita temukan pembuangan ini selain merusak lingkungan hidup dan membunuh biota laut, Masyarakat menjadi gatal gatal saat mandi, bahkan terdapat tiga KK yang mengalami sakit perut akibat konsumsi ikan yang terkontaminasi akibat limbah tersebut,”pungkasnya.

Untuk itu, dia menambahkan, kiranya dari laporan yang dimasukan di Ditreskrimsus saat ini, dapat menjadi bukti permulaan untuk pihak kepolian bergerak melakukan penyelidikan soal laporan dimaksud.

“Saya berharap, semoga laporan yang kita sampaikan ini dapat ditindak lanjuti pihak kepolsian,” tandasnya.(SAD)

Comment