by

“Puasa Makan dan Puasa ( Me)Makan”

Oleh: Ustadz Arsal R Tuasikal (Ketua Badan Imarah Muslim Maluku)

Ambon, BKA- Ramadhan adalah sebuah sarana pembersihan yang di sediakan oleh Allah swt kepada manusia.

Bulan yang sangat penting untuk memasukan manusia dalam “Bengkel Reparasi Iman”, sehingga kualitas manusia bisa terus berada dalam standart yang Allah inginkan.

Yang lebih menarik lagi adalah ibadah puasa dimulai dengan memerintahkan manusia, khususnya kaum muslimin, menahan lapar atau stop sementara makan.

Mengapa ya Allah SWT tidak memerintahkan menahan lainnya, semisal, nggak boleh belanja selama sebulan, atau nggak boleh berkumpul dengan suami dan istri selama sebulan. Mengapa justru perintahnya adalah berhenti sementara makan dalam jangka waktu tertentu?

Bagi manusia makan adalah sebuah keniscayaan. Tak bisa tak makan. Harus makan. Maka kadang manusia “mampu” melakukan segala hal untuk hanya sekedar makan. Bahkan menyakiti manusia lainnya.

Maka bagi manusia, makan bukan sekedar sebuah kebutuhan biologis, yang memuaskan jasadiah saja. Makan sudah jadi simbol sosial manusia,
sehingga manusia akan mengerahkan segala daya upaya agar bisa “makan”.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda; Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi air (Hadist riwayat Tirmidzi & Ibnu Majah).

Baginda Nabi SAW ingin menegaskan, bahwa mengendalikan nafsu yang besar dimulai dengan mengendalikan nafsu kecil dan sering dianggap sederhana adalah nafsu makan.

Sehingga pesan tersurat dalam Ramadhan adalah menahan lapar. Kendalikan nafsu makan, kontrol dirimu, kelola makanmu, maka hidupkan akan sehat, ” you are what you eat”.

Namun lebih penting adalah pesan tersirat yang sarat makan, yaitu, pelihara makananmu, kontrol dan kendalikan bagaiman engkau mendapatkan rizqi membeli makanan. Jangan makan hak orang lain,
jangan makan riba, jangan makan harta anak yatim, jangan makan uang haram alias korupsi, jangan makan uang proyek, jangan makan uang jatah ke rakyat miskin.

Inti, puasa lah… Puasa agar engkau kendalikan makananmu.
Dan juga mengendalikan apa yang engkau makan. Semoga Allah SWT menjaga kita dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga kita semua layak di sebut hamba yang bertaqwa. (*)

Comment