by

Pulau Ambon dan Maluku Tengah Ditetapkan Darurat Bencana

Pemerintah Provinsi Maluku menetapkan Pulau Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, sebagai wilayah tanggap darurat bencana banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Henry M. Farfar, mengungkapkan, penetapan itu dilakukan sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan bencana di Provinsi Maluku, 12 Juli 2021 kemarin.

Menurutnya, cuaca ekstrim yang melanda Pulau Ambon dan Maluku Tengah sejak 4 sampai 11 Juli 2021, berdampak pada terjadinya bencana banjir dan longsor di beberapa titik di kedua wilayah tersebut.
“Jadi hasil rapat kemarin dengan Wagub Maluku dan beberapa instansi terkait, di sepakati Pulau Ambon dan Maluku Tengah darurat bencana banjir dan longsor,” ungkap Farfar, Selasa (13/7).

Untuk itu, katanya, penetapan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Pulau Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah itu akan disampaikan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Hasil kajian cepat yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Maluku dan Kota Ambon, maka saat ini Kota Ambon harus ditetapkan menjadi wilayah darurat bencana longsor dan banjir,” terangnya.

Menurut dia, tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim beberapa waktu lalu, cukup banyak karena terjadi banjir di berbagai tempat dan juga genangan air maupun longsor.

“Banyak terjadi banjir dan genangan air juga longsor, yang berdampak pada masyarakat kota Ambon dan Maluku Tengah. Tapi kami sudah melakukan aksi tanggap cepat darurat,” pungkasnya. (MG-2)

Comment