by

Puluhan Korban YAB Sambangi Polda, Direskrimum: Kerugian Para Korban Rp 4,6 M

Puluhan warga mendatangi Mabes Polda Maluku, Senin (10/5). Mereka merupakan korban penipuan Yayasan Anak Bangsa (YAB).

Dari penyidikan awal, terhitung keuntungan yang diraup kedua tersangka dari hasil penipuan tersebut sebesar Rp 4,6 miliar.

Data kerugian korban tersebut baru data seputaran Kota Ambon. Belum dilakukan pendataan pada seluruh wilayah penipuan yang dilakukan YAB tersebut.


Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno, kepada wartawan, mengatakan, mengingat besar kerugian masyarakat pada kasus penipuan tersebut, maka telah dibuka posko pengaduan korban YAB pada semua Polres dan Ditreskrimum Polda Maluku.

“Kita sudah membuka posko pengaduan disemua Polres-Polres. Kita minta kalau ada korban yang merasa rugi dengan janji YAb tersebut, agar segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. Ini baru di Kota Ambon, ada sekitar 28 korban yang kita datakan. Belum di daerah lain,” ungkap Harno.

Saat ini, katanya, tim penyidik intens untuk membongkar kasus tersebut. Sehingga baru saja melakukan penyitaan terhadap barang bukti puluhan karton, yang didalamnya terdapat kertas putih yang sudah digunting mirip uang kertas.

“Jadi ini semua modus. Karton-karton ini, menurut pengakuan tersangka ada uang tunai sebanyak Rp 700 triliun di dalamnya. Ternyata, waktu kita amankan, itu modus. Di dalamnya terisi kertas putih yang sudah digunting seperti uang kertas,” jelas perwira Polri yang punya tiga bunga melati itu.

Harno mengaku, sejauh ini tim penyidik masih terus berupaya melakukan pengembangan. Pasalnya, ada indikasi kalau masih ada penambahan tersangka lain. Semua ini diketahui melalui hasil pemeriksaan 20 saksi, termasuk dari dua tersangka yang ada.

“Jadi untuk saat ini baru 2 tersangka. Tapi yang jelas, dalam waktu dekat, pasti ada penambahan tersangka lain, karena kita sudah tingkatkan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan,” jelasnya.

Untuk itu, dia menegaskan, kepada semua masyarakat yang menjadi korban penipuan dari yayasan ini, agar bersabar dan segera melaporkan kerugiannya ke pihak kepolisian. “Tapi perlu saya tegasnya, bahwa ini kegiatan penipuan, jadi masyarakat tidak perlu tergiur dengan modus-modus yang ditawarkan lagi, karena saat ini akan dibongkar secara tuntas oleh pihak kepolisian,” pungkas Harno, didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Uhoirat.

Sebelumnya diberitakan koran ini, ketua dan sekertaris Yayasan Anak Bangsa terancam dipidana 4 tahun penjara, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP.

Kepastian hukuman pidana terhadap keduanya, setelah mereka berdua diringkus personel Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku, lantaran diduga melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang milik ratusan masyarakat yang tersebar di 11 Provinsi di Indonesia Timur.

Mirisnya, korban penipuan yayasan ini mencapai lebih dari 350 orang.

Dirkrimum Polda Maluku, Kombes Sih Harno, menjelaskan, modus keduanya dalam melakukan penipuan, yakni, mendirikan yayasan di tahun 2012, kemudian menyampaikan ke masyarakat bahwa yayasan mendapat donor dana dari 6 negara, yakni, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Australia, Prancis dan Amerika.

Selanjutnya, keduanya mengajak masyarakat untuk mendonasikan uang, dengan janji uang yang didonasikan akan dilipatgandakan.

“Setelah mendirikan yayasan, kedua tersangka kemudian mensosialisasi ke masyarakat, barang siapa donor akan mendapat bantuan,” jelas Sih Harno.

Terdapat 4 modus yang dilancarkan kedua tersangka, masing masing tender relawan. Relawan yang menyetor dana sebesar Rp 250 ribu, dijanjikan akan mendapat konpensasi sebesar Rp 15 juta.

Selanjutnya modus tender rumah ibadah. Setoran 1 juta, dapat bantuan Rp 50 juta, denga rincian Rp 30 juta disumbangkan ke rumah ibadah, dan Rp 20 juta dimiliki si penyetor.

Kemudian modus tender relawan 45. Setor dana Rp 1 juta, dapat konpensasi Rp 45 juta. Serta tender relawan lepas, yakni, masyarakat menyetor dana Rp 1 juta, dapat konpensasi sebesar Rp 100 juta.

Dalam pengusutan kasus ini, 5 orang telah diperiksa sebagai saksi pelapor atau korban. Namun korban penipuan yayasan ini tidak hanya 5 orang. Diperkirakan lebih dari 350 orang, dengan total kerugian bervariasi.

“Yang lapor saat ini 5 orang, dengan total kerugian yang sudah mereka setor ke yayasan ini sebanyak Rp 535 juta. Ada juga yang ditangani Polres MTB, 16 orang korban dengan nilai kerugian Rp 335 juta. Jadi total dalam kasus ini diperkirakan lebih dari 350 orang,” pungkasnya.(SAD).

Comment