by

Punya Tembakau Sintetis, Richard Diganjar 1 Tahun Penjara

AMBON-BKA, Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis Richard Sasmita (33), terdakwa kasus narkotika dengan pidana penjara selama 1 tahun di persidangan, Jumat (6/8).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Wilson dibantu dua hakim anggota lainnya, dalam amar putusannya menyebutkan, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat 1 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana peredaran narkotika dan obat-obat terlarang, serta memvonis terdakwa untuk dipenjara selama 1 tahun di potong masa tahanan,” ujar ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika, sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Junet Pattiasina menuntut terdakwa agar divonis penjara selama satu tahun enam bulan kurungan.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, menyebutkan, terdakwa ditangkap pada awal Februari 2021 sekitar pukul 17. 15 wit bertempat di depan kantor j&t Jalan Ir Putuhena, Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Saat itu, petugas ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi bahwa ada pengiriman barang yang diduga berisi narkotika.

Setelah mendapatkan informasi dari informan, petugas melihat terdakwa mengendarai sepeda motor sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan oleh informan melintas sekitar Jalan Ir Putuhena dan menuju ke kantor pengiriman j&t dan melihat saksi masuk di dalam kantor pengiriman dan sekitar 5 menit kemudian terdakwa keluar sambil memegang paket kiriman dan hendak mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, petugas mengambil terdakwa dan mengamankan terdakwa. Dihadapan petugas, terdakwa mengakui mendapatkan narkotika tersebut lewat pesanan secara online pada akun Mokottabacco di Kota
Makassar, kemudian terdakwa mentransfer uang sebesar Rp. 2.000.000 melalui tempat pengiriman BRI link atas nama Iswanto Hanif, setelah itu pesanan diproses untuk dikirimkan. Terdakwa mengakui bahwa narkotika tersebut akan dikonsumsi sendiri. (SAD)

Comment