by

Putra Josfince Pirsouw Akan Lapor Balik Kuasa Hukum Rudy Tanifan

Ambon, BKA- Jonry Pirsouw,(45) salah satu putra Josfince Pirsouw, menegaskan akan melapor balik Helena Pattirane, Kuasa Hukum Rudy Tanifan, dengan sangkaan menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media massa cetak terbitan Kamis, 5 November 2020. ’’Saudari Helena Pattirane punya dasar apa atau bukti apa yang menyebutkan ibu saya (Josfince Pirsouw) adalah anak pungut. Saya akan lapor balik saudari Helena Pattirane dan Rudy Tanifan atas pernyataannya di Koran yang memfitnah ibu saya sebagai anak pungut,’’ kecam Jonry di Ambon, Senin (9/11).

Jonry menyesalkan pernyataan Helena Pattirane yang seolah-olah membuktikan kalau dirinya belum pernah membaca putusan Pengadilan Negeri Masohi Nomor Register 23/Pdt.G/2018/PN.Msh dan putusan Pengadilan Tinggi Ambon yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsdezaak).

’’Jadilah pengacara yang profesional. Jangan hanya dengar sepihak dari klien lalu membuat keterangan pers yang tidak sesuai data dan fakta hukum sebenarnya. Jangan buat pembodohan publik terhadap masyarakat,’’ sindir Jonry.

Patut diketahui dalam perkara Nomor;23/Pdt.G/2018/PN.Msh majelis hakim Pengadilan Negeri Masohi menyatakan gugatan Josfince Pirsouw dan dua penggugat intervensi lainnya, termasuk Rudy Tanifan, tidak dapat diterima atau NO (Niet onVankelijk Verklaard). Dalam perkara itu seluruh eksepsi Rudy Tanifan ditolak majelis hakim. Karena putusannya NO, Josfince melalui kuasa hukumnya Julians Jack Wenno kemudian mengajukan banding dan hasilnya Pengadilan Tinggi Ambon mengabulkan banding Josfince Pirsouw. Saat itu Rudy Tanifan tidak mengajukan banding.

’’Pernyataan Helena Pattirane yang menyatakan putusan perkara ini awalnya ditolak hakim Pengadilan Negeri Masohi saja sudah keliru, bagaimana Helena mau menyebutkan ibu saya adalah anak pungut. Seluruh bukti Rudy Tanifan sudah diuji di pengadilan dan dinyatakan cacat hukum, sehingga dasar apa Helena Pattirane atas nama kuasa hukum Rudy Tanifan menyiarkan berita yang menyebutkan Rudy Tanifan adalah ahli waris Dusun Urik Teha di Piru. Putusan pengadilan mana yang menyatakan Rudy Tanifan itu ahli waris pemilik Dusun Urik Teha. Pemilik sah dusun Urik Teha berdasarkan putusan pengadilan itu ibu saya (Josfince Pirsouw) bukan Rudy Tanifan. Selain itu, marga Tanifan itu bukan marga asli dari Piru. Catat itu,’’ tegas Jonry.

Dia menjelaskan dalam putusan pengadilan banding telah menyatakan (deklaratoir) Josfince Pirsouw adalah ahli waris pemilik dusun Urik/Teha seluas 1000 hektare. ’’Saudari Helena Pattirane mungkin tidak paham soal perkara ini, sebab yang menjadi objek sengketa hanya 10 hektare, sedangkan luas dusun Urik/Teha 1000 hektare. Ibu saya sudah dinyatakan dalam putusan pengadilan sebagai pemilik Dusun Urik/Teha seluas 1000 hektare. Jangan buat keterangan pers yang bersifat membohongi masyarakat,’’ kritik Jonry.
Menyangkut pemasangan papan larangan di Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat, lanjut Jonry, itu berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan Josfince Pirsouw adalah ahli waris sah pemilik Dusun Urik/Teha. ’’Kalau tidak puas dengan pemberitahuan yang kami pasang. Ya silahkan lapor kami ke polisi, dan kami siap hadapi,’’ tantang Jonry.

Di kesempatan yang sama Kuasa Hukum Josfince Pirsouw, Rony Samloy menyarankan pihak-pihak yang kalah dalam perkara melawan kliennya untuk tunduk pada putusan pengadilan tingkat banding yang memenangkan kliennya atas klaim kepemilikkan Dusun Urik/Teha.

’’Mari kita semua belajar untuk menghormati putusan pengadilan yang telah inkracht,’’ anjurnya.

Samloy menegaskan pihaknya akan melaporkan balik Helena Pattirane dan Rudy Tanifan atas penyebaran berita bohong (hoaks), fitnah dan pencemaran nama baik sehingga ikut mencemarkan nama baik kliennya. ’’Kami akan perkarakan Helena Pattirane cs secepatnya terkait penyebaran berita bohong, fitnah dan pencemaran nama baik,’’ tutup Samloy. (SAD)

Comment