by

Putusan Banding Raja Porto Tetap Satu Tahun

Ambon, BKA- Upaya hukum yang dilakukan Raja Porto, Marthen Nanlohy terhadap status hukumnya tetap tidak berbuah hasil.

Majelis Pengadilan Tinggi Ambon menghukum Nanlohy dengan pidana penjara selama satu tahun.

Vonis hukuman terdakwa ini menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Ambon yang memvonis terdakwa agar dipenjara selama satu tahun penjara.
“Jadi vonis majelis hakim pengadilan tinggi Ambon menguatkan putusan pengadilan negeri Ambon, dengan pidana penjara tetap satu tahun,” ungkap Kacabjari Ambon di Saparua, Ardy, Rabu (5/5).

Ardy menambahkan, selain pidana badan, raja Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah ini juga di bebankan membayar denda sebesar Rp. 50 juta subsider satu bulan kurungan.
“Jadi pada prinsipnya, dalam amar putusan, hakim menguatkan semua putusan PN Ambon,” tandas Ardy.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Marthen Nanlohy agar dipenjara selama 1,6 tahun, serta denda Rp.50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan subsidair sebagaimana terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU no. 31 tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui, pada tahun 2015, 2016 dan 2017 Pemerintah Negeri Porto mendapat DD dan ADD sebesar Rp 2 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, diantaranya pembangunan jalan setapak, pembangunan jembatan penghubung dan proyek Posyandu.
Modus yang dilakukan terdakwa bersama sekertaris dan bendahara melakukan mark up dalam setiap pembelanjaan item proyek. Sehingga harga volume naik dari harga aslinya.(SAD)

Comment