by

Raja Haria Dicecar Puluhan Pertanyaan

Ambon, BKA- Tim jaksa di Kejaksaan Cabang Saparua kembali memeriksa JMM, Raja Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD dan DD Negeri Haria tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar lebih.

Kacabjari Saparua, Ardy, yang dikonfirmasi koran ini mengatakan, Raja Haria beberapa hari lalu baru saja diperiksa tim jaksa. Pemeriksaannya masih sebatas saksi.

“Untuk Raja Haria, kita sudah periksa. Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dengan puluhan pertanyaan,” jelas Ardy, ketika di hubungi melalui selulernya, Selasa (17/11).

Dengan diperiksanya Raja Haria, kata Ardy, berarti sudah sebanyak 30 pihak terkait yang telah di periksa dalam DD Negeri Haria.

“Kalau dihitung, sudah 30 orang lebih yang kita sudah periksa. Ini kita lakukan agar mempercepat pengusutan kasus ini,” pungkasnya.

Data yang dihimpun koran ini berdasarkan pengakuan Kacabjari Saparua, Ardy, tim penyelidik sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria.

Bahkan dari sejumlah bukti yang diperoleh tim Korps Adyaksa itu, banyak temuan mark-up dalam pengadaan item-item pekerjaan fisik pembangunan di negeri tersebut.

Sehingga diduga ADD dan DD Negeri Haria telah disalahgunakan sekitar miliaran rupiah, dari jumlah anggaran yang di kucurkan Pemerintah Pusat pada 2018 lalu sebesar Rp 2 miliar lebih.

Ardy mengatakan, dari pemeriksaan awal, tim penyelidik sudah memeriksa beberapa orang pihak terkait. “Jadi kita sudah periksa beberapa orang pihak terkait. Ini kan masih penyelidikan awal, jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkapnya, saat ditemui di Pengadilan Negeri Ambon, 23 September lalu.

Pengusutan kasus itu, katanya, dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, yang dari laporan itu menyatakan ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa dilakukan mark-up.

Misalnya, pekerjaan lapangan volly, pekerjaan jalan, pembangunan PAUD, jambanisasi, rumah layak huni, dan pemberdayaan. “Semua item-item pekerjaan itu diduga di mark-up. Jadi sekarang kita lagi selidiki dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu sumber jaksa mengungkapkan, untuk kasus ini, diduga orang paling mengetahui langsung adalah Raja, Sekertaris dan Bendahara Negeri Haria.

Namun untuk memastikan itu, katanya, harus dilakukan serangkaian penyelidikan dulu. Hal ini penting untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.

“Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu, Sekertaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka, diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini, karena ketiganya mengelola uang miliaran ini,” pungkas sumber itu.(SAD).

Comment