by

Rakor Covid-19 Korem 151 Binaya, Siloam dan Prodia Ditunjuk Untuk PCR

Satgas Covid-19 Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi (rakor), Senin(5/7), dalam rangka untuk mengimplementasikan instruksi Gubernur Maluku dan Pangdan XVI/Pattimura, serta rencana edaran Walikota Ambon khsusus bagi pelaku perjalanan, datang dan pergi harus menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan kartu vaksin Covid-19.

Rakor itu dipimpin oleh Danrem 151 Binaya, Brigadir Jenderal TNI Arnold Aristoteles Paplpna Ritiauw, selaku Plt Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, yang melibatkan seluruh Satgas Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

Salah satu hasil Rakor yang dilaksanakan di aula Korem 151 Binaya, yakni, menetapkan Rumah Sakit (RS) Siloam dan Klinik Prodia sebagai tempat resmi bagi pelaku perjalanan untuk melakukan tes PCR.

“Jadi hari ini, kami melakukan rapat karena kebetulan pak Walikota (Ambon, red-) akan membuat surat edaran bagi pelaku perjalanan, baik yang datang dan pergi, harus menggunakan PCR dan kartu vaksin sebagai dasar untuk melakukan berpergian, terutama ke Jawa dan Bali. Hasil rapat ini juga menyampaikan, bahwa dengan edaran ini juga banyak masyarakat, khususnya pelaku perjalanan, meminta hasil tes PCR,” jelas Dandrem.

Dengan pemberlakukan itu, tentunya membuat pihak Rumah Sakit, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), serta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP), yang memiliki alat tes PCR akan kerepotan untuk memenuhi banyaknya permintaan pemeriksaan spesimen. Sehingga akan memberatkan pihak Rumah Sakit, jika harus mengatasi kembali hasil tes PCR bagi pelaku perjalan.

“Kalau harus kembali mengurus orang-orang yang datang untuk pelaku perjalanan yang minta hasil tes PCR, maka akan memberatkan Rumah Sakit yang masih terkendala dengan banyaknya hasil spesimen, dimana spesimennya banyak alatnya sedikit. Tenga kesehatannya juga sedikit. Sehingga jika itu dipaksakan, akan menyulitkan. Untuk itu, kesepakatan kita dalam rapat tadi, bahwa dari semua Rumah Sakit yang ada di Kota Ambon, khusus PCR bagi pelaku perjalanan hanya dibolehkan dilakukan di Rumah Sakit Siloam dan klinik Prodia. Ini sesuai dengan petunjuk Kadis Kesehatan Provinsi Maluku,” tegasnya.

Penunjukan dua tempat itu sebagai pelaksana PCR bagi pelaku perjalanan, terang Danrem, karena Rumah Sakit milik pemerintah hanya dikhususkan untuk penanganan atau screening pasien Covid-19, yang sedang menjalani perawatan. Sehingga tidak bisa melayani masyarakat pelaku perjalanan.

“Untuk saat ini, khusus Rumah Sakit pemerintah, belum bisa melayani tes PCR berbayar. Tapi itu bisa dilakukan di RS swasta, baik Siloam dan klinik Prodia,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kadinkes Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh, mengatakan, kalau dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Maluku akan menerapkan pembatasan bagi pelaku perjalanan.

Hal itu akan dilakukan seiring dikeluarkan surat edaran Walikota Ambon, terakit dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.

“Pembatasan pelaku pejalanan memang nantinya ada. Karena mungkin hari Kamis, 8 Juli, akan diteribitkan surat edaran dari Walikota Ambon. Dan kebetulan, Bandara Pattimura ada di Kota Ambon, sehingga nanti kita liat surat edarannya seperti apa. Karena nanti ada waktu untuk sosialisasi, Senin sampai Rabu, sehingga efektif waktu pembatalannya bisa dilakukan pada hari Kamis,” ujar Pontoh.

Pembatasan, kata Pontoh, perlu dilakukan. Karena bukan hanya di Kota Ambon, tetapi pembatasan secara nasional juga akan dilakukan, dihampir seluruh daerah di Indonsia, yang rata-rata terjadi peningkatan kasus Covid-19.(RHM)

Comment