by

Ramadhan Bulan berzakat, Zakat Maal atau zakat Mall ??

Oleh: Ustadz Arsal R Tuasikal (Ketua Badan Imarah Muslim Maluku ( BIMM)

Salah satu ibadah penting dalam bulan Ramadhan adalah zakat fitrah.
Pemberian bahan makanan pokok kepada fakir miskin dan kaum dhuafa sejatinya adalah bentuk kepedulian sosial yang ingin di bangun oleh Allah SWT kepada manusia.

Bahwa manusia tak semua beruntung dalam urusan ekonomi dan kesejateraan, adalah sebuah bentuk keadilalan dari pemilik langit. Sebab jika terjadi demikian, maka ini adalah kesempatan bagi orang kaya yang berharta untuk membeli keberkahan dengan hartanya.

Maka zakat, infaq, sedekah dan wakaf adalah sebuah kampanye sosial yang Allah hadirkan, agar manusia yang “berada” mampu berbagi dengan yang tak “berpunya”. Disitulah nilai terbaik.

Dalam sejumlah jurnal ilmiah disebutkan, bahwa berbagi kepada orang lain akan membuat seseorang lebih bahagia, karena merasa lebih bermanfaat.

Namun dalam realitas wajib, kita akui aktivitas berbagi dalam hidup kita, khususnya kaum muslimin masih sangat minim.

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. (HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari] Shahih.

Padahal zakat wakaf infaq sedekah adalah sebuah perbuatan sangat mulia, apalagi di lakukan di bulan terbaik yaitu bulan Ramadhan.

Adalah sebuah ironi bahwa di bulan ini, kaum muslimin menjadi sangat konsumtif, demam belanja, beli yang tidak dibutuhkan, bahkan cenderung mubazir.

Padahal disekitar kita banyak saudara seiman yang hidup susah di bawah garis layak. Jika saja kita mau berbagi dengan serius, maka akan mampu membuat mereka lebih bahagia.

Jujur harus disampaikan, bahwa di Ramadhan, kita lebih banyak menghamburkan uang untuk zakat mall atau membeli barang yang tak begitu dibutuhkan di mall dan pusat perbelanjaan, ketimbang menghitung dan menyerahkan zakat maal atau zakat atas harta yang kita miliki. Padahal harta itu akan di pertanggunhjawab kepada Allah swt.

Maka pesan utama bagi yang banyak harta, waspadalah akan zakat maal. Ssebab hartamu akan menjadi tanggunganmu di dunia dan akhirat. Jangan sampai zakat maal-mu lebih sedikit dari zakat mall, yang kamu habiskan di pusat-pusat perbelanjaan dan plaza.(*)

Comment