by

Ramly Lantik Lima Penjabat Kepala Desa

Ambon, BKA- Bupati Buru, Ramly Umasugi, melantik lima orang penjabat kepada desa di Kabupaten Buru, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Kota Namlea, Rabu (11/11).

Acara pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat kepala desa ini turut dihadiri oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Moh. Ilyas Hamid, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buru, M. Yamin Maskat, serta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru dan para camat di Kabupaten Buru.

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, pelantikan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan, seperti, jaga jarak dan memakai masker.


Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Bupati Buru, yang diberikan kepada masing-masing penjabat yang diberhentikan dan yang baru diangkat dan dilantik. Untuk masa jabatan penjabat yang baru dilantik ini sampai terpilihnya kepala desa definitif, pada saat pemilihan kepala desa (Pilkades) di kabupaten yang berslogan Rete Mena Bara Sehe ini.

“Dengan ini melantik saudara-saudara dalam jabatan sebagai penjabat Kepala Desa Waekerta Kecamatan Waepo, penjabat Kepala Desa Awilinan Kecamatan Air Buaya, penjabat Kepala Desa Rehariat, penjabat Kepala Desa Waspait dan penjabat Kepala Desa Balbalu Kecamatan Fena Leisela. Kami percaya, bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya,” ucap Ramly, saat melatik lima penjabat kepala desa.

Untuk itu, kepada para pejabat yang baru dilantik, Ramly mengingatkan, agar menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, karena seiring dengan ditingkatkannya otonomi daerah, maka kewenangan kepada desa pun semakin besar.

“Kewenangan yang diberikan semakin besar itu harus diikuti dengan tanggung jawab yang juga semakin besar dari setiap penjabat kepala desa. Tanggung jawab itu dapat diimplementasikan dalam tanggung jawab administrasi, tanggung jawab pengunaan anggaran, maupun tanggung jawab perencanaan untuk setiap penggunaan itu tepat sasaran, efesien dan terarah serta memiliki asas benefit manfaat besar kepada masyarakat,” kata Ramly.

Orang nomor satu di Pemkab Buru ini mengatakan, saudara-saudara telah mengambil tugas dan tanggung jawab mau menjabat sebagai penjabat kepala desa. Itu artinya, melepaskan beban yang ringan, untuk mau mengambil beban yang mulai berat.

“Karena kepala desa ini urus orang mulai dari rencana lahir sampai orang meninggal. Itu kepada desa urus. Urus dari orang pung rumah bocor-bocor dengan dinding gaba-gaba sampai orang itu punya rumah lantai dasar dan setelah permanen, itu tugas kepala desa lewat pemberdayaan dan sebagainya,” terangnya.

Kepala desa bekerja sama dengan tim PKK di desa setempat dengan bidan-bidan dan lain sebagainya. “Sehingga angka kelahiran itu bagus, terkendali dan tidak melahirkan bayi stunting, karena salah satu permasalahan di Kabupaten Buru adalah bayi stunting. Itu harus dilakukan dengan cara apa? Iya, dengan bangun kebun-kebun desa yang kemudian bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.

Nama-nama penjabat kepala desa baru Kabupaten Buru yang dilantik, yakni, Muhamad Basri Soamole menggantikan Edi Sutrisno sebagai penjabat kepala Desa Waekerta, Hamid Tasijawa melengserkan Akhmat Yani Tasijawa sebagai penjabat kepala desa Waspait.

Kemudian, Hamid Tomahu menggantikan Muhamin Luhulima sebagai penjabat kepala desa Awilinan, selanjutnya Musri Tasijawa menggantikan Husen Warnangan sebagai kepala Desa Rehariat, serta Muhamin Luhulima diangkat sebagai penjabat kepala Desa Balbalu.

Kelima penjabat yang diberhentikan dari jabatannya sebagai penjabat tetap bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran desa, baik yang bersumber dari APBDes, APBD, APBN serta pelanggaran pemerintah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selama menjabat pasca diberhentikan sebagai penjabat. (MSR).

Comment