by

Ramly Pimpinan Apel Siap Siaga Bencana 2020

Ambon, BKA- Bupati Buru, Ramly Umasugi, memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Tahun 2020, yang digelar di lapangan upacara Polres Pulau Buru, Selasa (24/11).

Apel kesiapsiagaan ini melibatkan gabungan unsur BPBD Buru, Satpol PP, TNI, dan Polri, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru.


Pada kesempatan itu, Ramly mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban utama untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman. Baik yang datang dari luar maupun dari dalam, baik karena faktor manusia maupun faktor alam, termasuk ancaman karena bencana alam.

“Tidak ada seorang pun diantara kita yang mengharapkan terjadinya bencana di daerah kita. Tetapi mengingat Kabupaten Buru merupakan wilayah yang rawan bencana, dengan 9 jenis ancaman bencana, maka diperlukan upaya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” ucapnya.


Orang nomor satu di Pemkab Buru ini menjelaskan, penanggulangan bencana di Kabupaten Buru memerlukan kesiapsiagaan penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman resiko bencana.

Pengurangan resiko bencana di Kabupaten Buru dilakukan dengan mempertimbangkan aspek berkelanjutan dan partisipasi dari semua pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan dengan komitmen yang kuat, mengedepankan tindakan-tindakan yang harus untuk meminimalisir kejadian dan korban bencana.,

“Hal itu penting untuk dilakukan, karena ditengah bencanana non alam, yakni, pandemi Covid-19, eskalasi kejadian bencana di Kabupaten Buru terus maningkat, baik itu bencana banjir, tanah longsor, gelombang pasang, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, maupun angin puting beliung,” terangnya.

Ramly menambahkan, kejadian bencana dapat menghambat dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, pelaksanaan pembangunan dan hasilnya, sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi dan penanggulangan bencana secara terencana, terkoordinasi, terpadu, cepat dan tepat.

“Pengurangan Risiko Bencana harus menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan dan dampaknya disemua aksi-aksi program tahunan. Diharapkan, kegiatan apel pada hari ini dapat dijadikan model kesiap- siagaan kita, mengingat instalasi pemerintah bahkan non pemerintah yang terlibat penanggulangan bencana demikian banyak, apalagi dibutuhkan kejelasan kewenangan. Ini penting sekali, untuk pembagian tugas, siapa yang berwenang untuk apa,” ucapnya.

Untuk itu dibutuhkan suatu induk kordinasi, sehingga segala sesuatu bisa dikomandoi secara terpadu untuk menanggulangi bencana. “Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga dapat diaplikasikan apabila terjadi bencana,” pungkasnya. (MSR)

Comment