by

Ramly Umasugi Bawa Pemkab Buru Raih Puluhan Penghargaan

beritakotaambon.com – Puluhan penghargaan berhasil diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru dibawah kepemimpinan Ramly Ibrahim Umasugi.

Asisten I Setda Kabupaten Buru, H. Masri Bugis, mengaku, bangga dengan berbagai penghargaan yang diraih oleh Pemkab Buru, selama dua periode kepemimpinan Ramly Umasugi sebagai Bupati Buru.

Hal tersebut disampaikan Masri pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Buru, dalam rangka memperingati HUT ke-22 Kabupaten Buru, di Gedung Bupolo, Senin (11/10).

“Kita bangga dengan semua capaian ini, dimana menunjukkan bahwa otonomi daerah telah menumbuhkan sebuah inovasi dan praktek, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, yang dibuktikan dengan diterimanya enam inovasi daerah oleh Kementerian Dalam Negeri dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Masri.

Suasana saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, beberapa waktu lalu

Berbagai prestasi yang diraih tersebut, Masri yakin kalau Kabupaten Buru mampu berkompetisi dengan daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya di Maluku.

“Memang masih banyak perbaikan-perbaikan, terutama pelayanan publik, pengawasan, akuntabilitas, regulasi, SDM, serta tatalaksana berbasis elektronik pada aspek percepatan, penganggaran, kepegawaian, perizinan, kependudukan serta aplikasi lainnya,” ungkapnya.

Sejumlah penghargaan yang diterima Pemab Buru selama dua periode kepemimpinan Ramly Umasugi, diantaranya, pada 2012 Kabupaten Buru masih memperoleh opini disclaimer. Namun sejak 2015 sampai dengan 2020, Pemkab Buru mendapat Opini WTP sebanyak 6 kali berturut-turut. Bahkan pada 2017, Pemkab Buru mendapat penghargaan dari Kemnterian Keuangan RI.

2014 dan 2016, Pemkab Buru menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN. 2018, 2019 dan 2021, Pemkab Buru menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak secara berturut-turut. Kabupaten Buru juga menerima penghargaan Out Door Classroom Daya tahun 2018 dan 2019.

Kabupaten Buru sebagai penerima penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum HAM RI tahun 2018, penerima penghargaan SAKIP Award dari Kementrian PAN dan RB tahun 2018, dan penerima penghargaan Perda kawasan bebas rokok dari Kementrian Kesehatan RI tahun 2018.

Selanjutnya, sebagai pemenang ke-3 ajang anugerah Pesona Indonesia dalam kategori penyelenggaraan event pariwisata, olahraga dan petualang. Kabupaten Buru juga menduduki rangking satu di Maluku dengan kategori sangat baik pada penilaian kinerja pelayanan perizinan satu pintu dan kinerja percepatan pelayanan berusaha pemerintah daerah tahun 2021.

Baca juga: Absen 2 Tahun, Alvin Tehupeiory Rebut Emas Lari Gawang

Sementara untuk pembangunan infrastruktur wilayah dan lingkungan hidup, Masri menjelaskan, bidang ini difokuskan pada peningkatan aksesibilitas, terutama sarana prasarana transportasi wilayah, khususnya pada wilayah terpencil dan perkotaan.

Pengembangan dan pembangunan infrastruktur, katanya, terus dilakukan dalam rangka menopang pergerakan ekonomi serta mengakselerasi pertumbuhan di Kabupaten Buru.

“Terkait Infrastruktur jalan, untuk jalan nasional tahun 2012 sepanjang 251,6 km dan tahun 2021 sudah sepanjang 259,44 km dengan kondisi baik. Untuk jalan provinsi ,tahun 2012 sepanjang 392 km dan tahun 2021 sepanjang 77,70 km, yang belum terbangun sepanjang 47,47 km. Jalan Kabupaten, tahun 2012 sepanjang 829,55 km dan tahun 2021 sudah sepanjang 1.510 km, dengan kondisi baik 8,94 persen,” kata dia.

Sedangkan untuk jumlah rumah tidak layak huni, katanya, sebanyak 5.731 unit. Rumah yang terbangun sampai tahun 2021, sebanyak 1.855 unit. Yang belum tertangani sebanyak 3.876 unit.

Untuk cakupan air bersih di Kabupaten Buru, ungkapnya, sudah mencapai 79,15 persen, dan sanitasi mencakup 71,20 persen. Daerah yang belum di intervensi terdapat pada wilayah-wilayah terpencil.

Sedangkan rasio elektrifikasi tahun 2020 sebesar 96 persen. “ini menunjukan bahwa hampir seluruh wilayah teraliri listrik, baik PLN maupun non PLN. Hanya pada wilayah terpencil yang masih belum teraliri listrik,” tandas Masri.(MSR)

Comment