by

Rapid Antigen Dinilai Berhasil

Ambon, BKA- Pemberlakuan Rapid Antigen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer dan kontrak di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta tamu, dinilai berhasil dalam menekan penyebaran Covid-19, yang dikhwatirkan melonjak tajam di bulan ini sesuai kajian epidemologi.

“Salah satu langkah antisipasi Rapid Antigen dimulai dari ASN untuk, ternyata bagus. Kasus Covid-19 tidak mengalami lonjakan tajam sesuai kajian Epidomologi,” ungkap Jubir Penanganan Covid-19 Maluku, dr. Adonia Rerung, saat dikonfirmasi koran ini, Minggu (21/02).

Ia mengakui, pernah ditanya kenapa sampai tidak melonjak seperti yang ditakutkan. Namun kata dia, langkah yang dilakukan berhasil dengan menekan kasus baru, sampai tidak terjadi lonjakan.

“Jadi menurut saya berhasil, karena dengan pelaksanaan Rapid Antigen tidak terjadi lonjakan besar. Meskipun trendnya naik, tapi melambat. Tidak seperti yang dikhawatirkan. Jadi kita berhasil. Itu gunanya epidemologi. Itu mengingatkan kita dan sudah mengambil langkah-langkah,” tuturnya.
Disinggung apakah pelaksanaan rapid antigen akan diperpanjang, Redung mengatakan, dirinya masih menunggu apakah ada panggilan rapat dari Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk membahasnya.

“Sabtu depan kan sudah tanggal 28 Februari, pernyataan pak Sekda, Kasrul Selang, bahwa dievaluasi apakah trend naik atau trend turun. Dan apakah mau dilanjutkan atau cukup sampai disini,” ucapnya.

Selama pelaksanaan rapid antingen, jelasnya, dari 5.000 lebih pegawai serta tamu yang menjalani rapid antigen, hanya 67 yang dinyatakan positif. Dan dari 67 orang tersebut, hasil PCR 65 positif, sedangkan 2 negatif.

“Rapid antigen 94 persen akurat, sehingga tidak berlakukan rapid antibody sesuai rencana sebelumnya. Sehingga tetap dilakukan rapid antigen,” tukasnya.
Dia membayangkan, jika langkah tersebut tidak dilakukan, maka 67 orang dimaksud beraktifitas seperti biasa dan akan bertemu dengan teman-teman. Sementara mereka merupakan OTG, yang nantinya orang yang melakukan kontak dengan mereka akan pulang ke rumah masing-masing dan menularkan kepada keluarga. “Makanya langkah yang dilakukan sangat baik, dan berhasil,”cetusnya.

Ditanya apakah ada pegawai yang tidak menjalani rapit antigen, tetapi diizinkan masuk kantor, Rerung menegaskan, bahwa rapid antingen wajib dilakukan. “Jadi kalau sudah lewat 14 hari rapid antigen tahap I, maka wajib rapid antigen kedua kali,” pungkasnya. (BTA)

Comment