by

Rapid Test Akan Diberlakukan Kembali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD), berencana memberlakukan kembali kebijakan wajib Rapid Test bagi pelaku perjalanan.

Kebijakan itu akan diberlakukan bagi semua pelaku perjalanan yang masuk ke kabupaten tersebut, termasuk mereka yang sekedar melintas atau singgah di pelabuhan maupun bandara.

Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach, mengatakan, rencana pemberlakuan itu untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 di kabupaten tersebut.


Hal itu sesuai hasil rapat pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dan percepatan vaksinasi kabupaten MBD, yang digelar di Gedung Serba Guna Tiakur, Selasa (6/7).

Noach mengungkapkan, penyebab timbulnya kasus baru Covid-19 di MBD, diakibatkan aktivitas pelaku perjalanan yang cukup tinggi dan kurang terpantau oleh satgas Covid-19. Karena itu, Pemkab MBD berencana untuk kembali melakukan Rapid Test bagi semua pelaku perjalanan yang tiba disetiap pelabuhan dan bandara di MBD.

“MBD sebelumnya berada pada zona hijau Covid-19, sehingga terjadi pembebasan bagi pelaku perjalanan yang ingin keluar-masuk MBD. Sekalipun pelaku-pelaku perjalanan tersebut dibekali hasil Test Antigen dari daerah sebelumnya, tetapi tanpa disadari, terjadi penyebaran virus korona akibat hal tersebut. Karena hasil Test Antigen pada dasarnya hanya bersifat sementara,” ungkap Noach.

Untuk itu, Satgas Covid-19 di MBD, tegasnya, perlu melakukan tindakan antisipasi yang lebih tinggi. Seperti, memberlakukan Test Antigen kembali bagi seluruh pelaku perjalanan saat tiba di MBD.

Selain itu, dia meminta, Satgas Covid-19 untuk kembali mendirikan posko penangan di seluruh pintu masuk kabupaten itu, serta meningkatkan pemeriksaan bagi seluruh pelaku perjalanan.


“Pemerintah telah mengeluarkn edaran yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat, agar dalam aktivitasnya dapat menyertakan surat vaksin ke Satgs Covid-19. Sehingga bagi masyarakat yang belum melakukan vaksin, diharapkan untuk segera mengikuti vaksin,” tegas Bupati.

Dirinya berharap, dengan peningkatan pengawasan yang ekstra ketat bagi pelaku perjalanan, dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di MBD, agar dapat kembali pada zona hijau.

Selain itu, Noach juga meminta, seluruh satgas Covid-19 untuk melakukan antisipasi sebelum melakukan vaksin. Misalnya, memastikan kondisi kesehatan masyarakat, sebelum divaksin.

“Hal ini penting, agar tidak tersebar hoax mengenai dampak vaksin, yang sebenarnya tidak sesuai dengan riset yang dilakukan oleh kesehatan. Vaksin sebenarnya baik untuk meningkatkan sistem kekebalan manusia,” pungkasnya.(GEM)

Comment