by

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan, 29 Adegan Terungkap

Ambon BKA- Sebelum lengkapi berkas perkara Tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), penyidk Satreskrim Polres SBB menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Translok, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB.

Dalam reka ulang itu, penyidik menemukan sebanyak 29 adegan yang dilakukan para tersangka saat melakukan penganiayaan bersama mengakibatkan matinya korban.

Rekonstruksi yang berlangsung di Mako Polres SBB itu dipimpin Kasat Reskrim Polres SBB, IPTU Pieter Fredy Matahelumual, disaksikan JPU Kejari SBB, Faridz Destrarasta beserta kuasa hukum para tersangka Alfaris Laturake. Serta mendapat pengamanan ketat oleh personil Sat Sabhara Polres SBB dan Sie Propam Polres SBB.

Kasat Reskrim Polres SBB, IPTU Pieter Fredy Matahelumual mengaku, dalam reka ulang tersebut diperlihatkan langsung aksi kekerasan bersama terhadap orang yang dilakukan para tersangka, yakni terhadap korban Vio Tuanubun.

Selain itu, penikaman/penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban Stewar, serta kekerasan bersama terhadap orang yang mengakibatkan korban Yames meninggal dunia.

“LP untuk para tersangka terpisah, yakni, Laporan Polisi Nomor:LP-B/105/X/2020/Maluku/Res-SBB, tanggal 12 Oktober 2020. Laporan Polisi Nomor:LP-B/106/X/2020/Maluku/Res-SBB, tanggal 12 Oktober 2020, serta Laporan Polisi Nomor:LP-B/107/X/2020/Maluku/Res-SBB, tanggal 12 Oktober 2020,” ungkap Matahelumual, kepada koran ini, Rabu (4/11).

Mantan Kapolsek Nusaniwe Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini menilai, tujuan dilaksanakannya rekonstruksi tersebut agar memperagakan adegan atau peran masing-masing tersangka sesuai dengan fakta atau peristiwa yang terjadi.

“Lokasi saat ini kita gunakan adalah Mako Polres SBB, dengan mengasumsikan sama seperti TKP di Dusun Translok Desa Eti. Hal ini dikarenakan pertimbangan situasi keamanan,” ujarnya.

Perwira Polri dengan dua balok emas ini menyebutkan, rekonstruksi merupakan salah satu syarat dan bagian yang tidak dipisahkan dalam proses penegakan hukum. Sehingga diharapkan, para saksi yang hadir dari Desa Lumoli dan Dusun Translok pasca rekonstruksi itu, agar kembali tetap menjaga situasi kamtibmas masing-masing. Serta tidak melakukan aksi atau tindakan yang memicu persoalan baru.

“Semoga saksi yang hadir di dalam reka ulang ini, pasca pulang dari sini tidak membuat aksi atau masalah baru. Serahkan semua kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini,” pesannya.

Diberitakan koran ini sebelumnya, dipastikan berkas perkara kasus pembunuhan di Dusun Translok, Desa Eti yang menyeret 4 orang tersangka ini, dalam waktu dekat sudah dilimpahkan berkas tahap I ke Penuntut Umum Kejari SBB.

Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Pieter Matahelumual belum lama ini mengatakan, dalam pekan ini direncanakan untuk melimpahkan berkas tahap I ke Jaksa. Berkas itu dilimpahkan setelah penyidik mengantongi bukti-bukti yang sudah lengkap.

“Kalau sudah lengkap, pasti kita tahap I, dan kalau Jaksa teliti ada kekurangan baru kita lengkapi kembali,” pungkasnya. (SAD).

Comment