by

Relawan Yayasan Anak Bangsa Perlu Diproses Hukum

Praktisi hukum di Maluku, Fileo Pistos Noija, meminta agar Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku lebih jelih dalam penyidikan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Yayasan Anak Bangsa (YAB).

Bukan hanya Ketua dan Sekretaris Yayasan Anak Bangsa, Josefa Jenalia Kelbulan dan Lambert W Miru, yang diproses hukum dikasus itu. Namun juga melibatkan seluruh relawan yayasan tersebut.

Menurut Noija, proses penipuan dan penggelapan dana milik masyarakat yang saat ini mencapai Rp 5,6 miliar itu tidak akan berhasil dilakukan oleh Ketua dan Sekretaris YAB, bila tidak didukung oleh semua relawan yayasan yang tersebar dibeberapa wilayah Maluku dan sekitarnya.

“Saya kira, jika kita bedah kasus YAB itu, tidak bisa penyidik hanya menetapkan dua orang tersangka, dalam hal ini ketua dan sekertaris saja. Tapi harus diketahui, bahwa relawan-relawan itu juga harus diproses hukum,” ujar Noija, Kamis (27/5).

Dalam sistem kerja YAB, katanya, ada modus yang ditawarkan ketua dan sekertaris yayasan. Kemudian modus itu ditindaklanjuti oleh relawan-relawan di lapangan.

Pertanyaannya, apakah relawan ini mendapat dana dari para korban, lalu disetor semua ke kedua tersangka atau tidak? “Nah ini yang harus dikejar penyidik. Sebab korban dalam kasus ini, ratusan bahkan bisa masuk ribuan orang,” beber pengacara senior ini.

Dia mengaku, jika memang dalam penyelidikan dan penyidikan, ditemukan ada uang yang tidak mengalir ke ketua dan sekertaris selaku aktor dalam kasus ini, maka penyidik harus memproses hukum para relawan atau kaki tangan dari kedua tersangka tersebut.

“Bagi saya sederhana saja, penyidik tinggal mencari tahu saja, uang-uang korban yang diambil relawan atau kaki tangan YAB ini seluruhnya diserahkan ke kedua tersangka atau tidak. Kalau memang tidak, itu harus mereka diseret. Dan bagi saya, kalau menetapkan para relawan itu sebagai tersangka adalah hal yang paling mudah, hanya saja tergantung wewenangan tim penyidik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerugian masyarakat akibat penipuan dan penggelapan yang dilakukan Yayasan Anak Bangsa (YAB), terus bertambah.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno, mengungkapkan, Sesuai hasil yang ditemukan penyidik Ditreskrimun Polda Maluku, kerugian masyarakat akibat aksi penipuan itu telah mencapai Rp 5,6 miliar lebih.

“Setelah kita kembangkan, ternyata kerugian korban semakin bertambah. Awalnya dari Rp 4,6 miliar, kini mencapai Rp 5,6 miliar,” ujar Sih Harno, Rabu (26/5).

Menurutnya, saat ini sudah ditetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut, yaitu, pasangan suami istri Josefa Jenalia Kelbulan selaku Ketua YAB, serta Lambert W Miru selaku Sekretaris YAB.

“Jadi kerugian ini berdasarkan pengembangan penyidik. Kedua tersangka ini juga sesuai informasi merupakan pasangan suami istri,” jelasnya.

Menurutnya, penyidik masih terus melakukan pengembangan penyidikan, serta mengupayakan agar perkara ini segera dilimpahkan ke jaksa.

“Sampai saat ini, kerugian sudah mencapai Rp 5,6 miliar. Berkas perkara dan para tersangka belum kita tahap II, karena kita masih proses sidik dulu,” akui Sih Harno.

Namun dia berjanji, perkara itu akan segera dituntaskan. Sehingga para korban yang merasa dirugikan dan belum melapor, agar segera melapor ke posko layanan yang sudah dibuka.(SAD)

Comment