by

Rencana Relokasi, Disperindag Kembali Sosialisasi

Ambon, BKA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon kembali memilih untuk tidak melakukan pembongkaran paksa terhadap para pedagang Mardika yang terdampak relokasi.

Upaya sosialisasi akan kembali diterapkan agar para pedagang
dapat memahami maksud dari revitalisasi pasar Mardika sebagai pasar rakyat yang layak dan modern seperti di daerah lain di Indonesia.

“Sebenarnya mau langsung bongkar, tapi tidak mungkin karena masih ada barang. Kita juga manusia, mereka juga manusia, tidak mungkin kita dobrak dan buang ketika barang jualan mereka sementara dijual. Kita juga sama seperti mereka, manusia, ” tegas Sekertaris Disperindag Ambon, Janes Apono, saat ditemui wartawan di Balai Kota, Rabu (26/8).

Meski pernah melakukan pendekatan kepada para pedagang untuk memberika pengertian dari rencana relokasi dimaksud, namun usaha tersebut terlihat sia-sia. Akan tetapi, usaha serupa akan dicoba lagi untuk mendekatkan diri dan memberikan pemahaman kepada para pedagang.

“Semua inikan karena kebutuhan. Jadi mereka sangat berat untuk menerima direlokasi ke pasar-pasar yang sudah disiapkan. Kita masih akan melakukan cara persuasif untuk para pedagang, ” ungkapnya.

Tetapi, kata Janes, pihaknya sampai detik ini, terus melakukan upaya untuk berikan pemahaman kepada para pedagang. Bahkan, ada sebagian pedagang yang mendengar, dan sudah membongkar lapak masing-masing.

Janes menegaskan, jika memang sampai tanggal 29 Agustus 2020 para pedagang belum bisa mengerti dengan upaya pemerintah kota untuk relokasi, maka langkah tegas pastinya akan di ambil.

“Jika memang pada 29 Agustus belum juga relokasi, otomatis kan itu dari pihak PU akan menutup lokasi mereka menggunakan atap seng,” bebernya.

Dia meminta, agar masyarakat dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk membangun pasar Mardika menjadi lebih baik.

“Jika sudah dibenahi, yang senang pasti seluruh rakyat Kota Ambon. Baik pembeli maupun penjual,” pesannya. (BKA-1).

Comment