by

Resah Dengan Kesulitan Warga, Danpos Ramil Siwalalat Bangun Jembatan Darurat

Ambon, BKA- Selama ini, masyarakat pada beberapa desa di Kecamatan Siwalalat yang ingin melakukan aktivitas di Kecamatan Werinama, dipaksa menyeberangi Sungai Waipudin yang terbilang cukup lebar.

Kondisi itu tentu cukup miris. Apalagi saat musim penghujan, arus air sungai sangat deras. Sehingga tidak bisa diseberangi oleh masyarakat. Baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan rodan dua dan empat.

Akibatnya, masyarakat yang ada di Negeri Atiahu, Desa Naiwel, Desa Abuleta, dan Desa Sabuai, Kecamatan Siwalalat, tidak dapat melakukan aktivitas penyeberangan menuju Kecamatan Werinama.

Yang lebih memperihatinkan, banyak anak Kecamatan Siwalalat yang bersekolah di Kecamatan Werinama. Baik SD maupun SMP. Sehingga mau atau tidak, mereka harus menyeberangi Sungai Waipudin. Namun tidak di waktu hujan, saat arus air sungai deras. Mereka terpaksa libur hingga sungai itu bisa diseberangi.

Biasanya para siswa itu ada yang ke sekolah diantar menggunakan sepeda motor maupun mobil. Tapi ada juga yang berjalan kaki.

Resah dengan kondisi masyarakat tersebut, membuat Danpos Ramil Siwalalat, Peltu Daniel Ritawaemahu, berinisiatif membangun jembatan untuk menghubungkan dua kecamatan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu.

Bersama sejumlah warga Negeri Atiahu, Desa Naiwel, Desa Abuleta, dan Desa Sabuai, Peltu Daniel Ritawaemahu berhasil merampungkan jembatan penghubung antar Kecamatan Siwalalat dan Werinama, yang dikerjakan selama 10 hari.

Jembatan itu terbuat dari susunan batu berbentuk bronjong, batang kelapa, kayu dan papan, membentang sepanjang 14 meter, dengan lebar tiga meter. Jembatan itu cukup kokoh untuk dilewati oleh kendaraan.

“Dalam menuntaskan pekerjaan jembatan darurat itu, saya dibantu pemuda dan masyarakat Negeri Atiahu, Desa Naiwel, Desa Abuleta, dan Desa Sabuai. Jembatan ini berhasil berkat swadaya Danpos dan masyrakat setempat,” ucap Peltu Daniel Ritawaemahu, saat dihubungi BeritaKota Ambon via handphone, Minggu (14/2).

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut demi membantu memperlancar aktivitas masyarakat. “Ini merupakan pengorbaban pikiran dan tenaga, demi kesejahteraan bagi basudara di Kecamatan Siwalalat,” katanya.

Dia berharap, jembatan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, serta mempermuda akses anak-anak menuju sekolah mereka.

“Setelah perampungan, sudah langsung dilakukan proses uji coba dengan melewatkan satu mobil dan motor. Syukur bisa dilewati. Sekarang kita lagi proses pengecatan. Semoga jembatan ini bisa dirawat oleh masyarakat,” pungkasnya. (SOF)

Comment