by

Residivis Narkoba Ajukan Banding

Dian Nikijuluw, residivis narkoba yang divonis 10 tahun penjara, mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Kuasa hukum terdakwa, Marcel Hehanussa kepada koran ini mengatakan, terhadap putusan majelis hakim,kliennya divonis terlalu berat. Dan juga kliennya dalam perkara ini mengaku tidak bersalah.
“Klien kami bilang tidak bersalah. Makanya kami ajukan banding atas putusan majelis hakim,” ujar Marcel, Minggu (18/7).

Menurutnya, pengajuan banding atas perkara ini karena, putusan majelis hakim tidak didukung dengan bukti persidangan.
“Karena itulah, kita ajukan banding atas perkara ini. Memori banding akan kita masukan dalam waktu dekat,” tandasnya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis Dian Nikijuluw dengan pidana penjara selama 10 tahun, dalam sidang yang berlangsung, Kamis (8/7).

Terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 115 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Residivis narkoba yang merupakan warga Kayu Putih, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider enam bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, serta menjatuhi hukuman terhadap diri terdakwa selama 10 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ujar ketua majelis hakim Orpa Martina dibantu Josce Jane Ririhena dan Julianti Wattimury selaku hakim anggota, dalam amar putusannya.
Sidang dihadiri dua kuasa hukum terdakwa, Fileo Pistos Noija dan Marcel Hehanussa serta jaksa penuntut umum Ela Ubleuw.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa sudah berulang, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan.
Putusan majelis hakim ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut agar terdakwa di penjara selama 12 tahun.

JPU dalam amar tuntutannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa,pasca rekannya Marianus Kainama diamankan polisi. Dari hasil pengembangan, Kainama di suruh terdakwa untuk ke Jakarta mengambil paket narkoba jenis sabu-sabu ini.
Penuntut umum dalam berkas dakwaannya mengatakan, tindak pidana tersebut diketahui setelah petugas BNNP Maluku mendapat informasi dari informan kalau rekan terdakwa Marianus Kainama ( berkas terpisah), akan datang dari Jakarta menggunakan penerbangan Komersial Batik Air, tiba di Ambon Jumat 16 Oktober 2020, dengan membawa narkoba jenis sabu.
Berdasarkan informasi tersebut, petugas BNNP Maluku melakukan pemantauan terhadap diri Kainama di areal bandara Pattimura. Tidak lama kemudian pesawat yang ditumpangi mendarat di Bandara dan ia berjalan melalui pintu keluar.

Tak sadar, jejak Kainama sudah diketahui petugas yang sedang memantau gerak geriknya. Saat itu, ia bergegas masuk ke dalam mobil Avanza yang dikemudikan terdakwa Dian Nikijuluw.

Keduanya pun bergegas pulang. Saat sampai di depan kantor Polsek Teluk Ambon, petugas BNN yang sudah menunggu di situ memberhentikan mobil terdakwa lalu mengarahkan masuk ke dalam halaman Polsek untuk dilakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu-sab dikemas dalam plastik klip ukuran sedang.
Sesuai keterangan Kainama, sabu tersebut ia ambil dari rekan terdakwa Dian Nikijuluw di Jakarta.
Atas pengakuan tersebut, petugas kemudian membawa keduanya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

Comment