by

Residivis Narkoba Diancam 10 Tahun Penjara

beritakotaambon.com – Ian Patrick Souhuwat alias Ian, terdakwa kasus narkotika diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, dengan pidana penjara selama 10 tahun dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (24/11).

Tuntutan ini dibacakan JPU Elsye B. Leunupun dalam sidang yang di pimpin ketua majelis hakim, Yulianto Wattimury Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Penny Tupan.

Selain pidana badan, warga Karpan, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat 1 Jo pasal 114 ayat 1 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap JPU dalam amar tuntutannya.

Hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah mengurangi penggunaan narkotika dalam masyarakat.

Terdakwa melakukan pengulangan tindak pidana yang sama (residivis) dan terdakwa melakukan tindak pidana tersebut dari dalam Lapas kelas 2 Ambon sehingga tidak mendukung program pembinaan dalam lembaga tersebut.

JPU dalam berkas dakwannya menyebutkan, pada bulan April 2021 lalu, terdakwa menghubungi saksi Stevi Weringkukly alias Stevi (terpidana), dengan tujuan minta tolong menggunakan alamat KTP saksi untuk pengiriman paket narkoba jenis ganja dari Jakarta lewat jasa pengiriman online JNE.

Dari situ, sekitar 7 Mei 2021, petugas kurir ekspedisi JNE mengantarkan paket ganja itu kepada saksi di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon. Namun karena hal ini sudah diketahui petugas Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, sehingga pada saat saksi menerima paket tersebut langsung diamankan untuk diproses hukum.

Saat ditangkap terdapat barang bukti satu paket kiriman yang di bungkus menggunakan plastik berwarna hitam di dalamnya terdapat satu buah bantal yang berisikan ganja dengan berat total 403,87 gram.

Saat diinterogasi saksi mengaku, barang bukti tersebut milik terdakwa Ian Patrick Souhuwat alias Ian, yang telah dipesan oleh Dieter Gunawan alias Yudi (terpidana).

Mendengar pengakuan tersebut, petugas kemudian menyusun rencana untuk mengakap saksi Dieter Gunanwan dan terdakwa Ian Patrick Souhuwat pada hari yang sama, yakni, sejak 7 Mei 2021 lalu. (SAD)

Comment