by

Residivis Narkoba Diancam 9 Tahun Bui

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, S. Aryani, menuntut residivis narkoba Febri Bilga Rimpa alias Ebok alias Ebi (26), dengan pidana penjara 9 tahun pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (11/8).

Sidang dengan agenda tuntutan JPU tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Jenny Tulak, dibantu Feliks R.Wuisan dan Essau Yerisitouw sebagia Hakim Anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Dominggus Huliselan.

Di dalam amar tuntutan JPU menyebutkan, Warga Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain pidana badan, residivis narkoba tersebut dibebankan membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kantor JNT Jalan Rijali No 19, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya petugas Ditresnarkoba Polda Maluku, yakni, Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena dan Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan, kalau ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu, petugas kemudian mendatangi TKP. Karena tidak ada gerak-gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap rekan terdakwa, yang ciri-cirinya sudah diketahui bernama Robert Latuheru (berkas terpisah).

Dari hasil interogasi, Robert mengatakan, kalau mendapat dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan Robert, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan, Arnold kemudian membeberkan, kalau mendapat barang itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas bersama Robert dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT, untuk melakukan penangkapan.

Saat diinterogasi, terdakwa Febri Bilga Rimpa mengaku sudah tiga kali menjual paket narkoba ke Arnold Pattalatu.

Setelah mengamankan ketiganya, petugas kemudian membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pledoi dari penasehat hukum terdakwa.
(SAD)

Comment