by

Residivis Narkoba Minta Keringanan Hukuman

Meski berstatus residivis, terdakwa Relis Patiserlihun yang terjerat kasus narkotika jenis sabu, melalui kuasa hukumnya, akan mengajukan keringanan hukum terhadapnya.

Hal ini diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Roberth Lesnusa kepada Beritakota Ambon, Minggu (9/5).
Menurutnya, majelis hakim harus bersikap bijak dalam menutuskan perkara narkotika tersebut, sebab, tujuan pidana bukan serta merta menghukum orang di Sel tahanan, namum memperoleh pembinaan mental itu jauh lebih penting.

“Kita prinsipnya meminta agar majelis memvonis ringan terdakwa,” ujar Roberth.

Dia mengaku, dari fakta sidang, terdakwa sudah mengakui semua perbuatan, terdakwa menyesali perbuatannya. Selain itu, tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum dianggap terlalu berat.
“Semua yang terdakwa lakukan itu karena dia disuruh Gerald Tomatala yang merupakan bandar togel di Maluku yang saat itu berada di Sel Tahanan,” tandasnya.

Sebelumnya,Jaksa penuntut umum E.Wattimury, menuntut Relis Patiserlihun dengan pidana penjara selama 8 tahun dalam persidangan, yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (6/5).

Residivis narkoba ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis Relis Patiserlihun dengan pidana penjara selama 8 tahun di potong masa tahanan,” jelas penuntut umum dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Hamja Kailul Cs, sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Roberth Lesnusa.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan yang memberatkan, terdakwa adalah residivis narkoba yang sampai kini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Ambon.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankam membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum Kejati Maluku dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 13 November 2019 sekitar pukul 19.15 WIT di jalan masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Ambon kasawan Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Awalnya, petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan bahwa rekan terdakwa Ronadl Pattiradjawane (berkas terpisah) sedang menuju Rutan Ambon untuk mengantarkan narkoba kepada terdakwa Relis Pattiserlihun.

“Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju ke Rutan. Dari interogasi, terdakwa membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, barang bukti tersebut terpidana Relis yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan,” ungkap JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas Rutan dengan tujuan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis. Dari penggeledahan ditemukan, satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan batrei. Dari pengakuan Relis, dia disuru residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut.(SAD)

Comment