by

Residivis Narkoba Terancam 8 Tahun Bui

Ambon,BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, E. Wattimury, menuntut Relis Patiserlihun dengan pidana penjara selama 8 tahun, pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (6/5).

Relis Patiserlihun merupakan terdakwa residivis narkoba, yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sebagaimana diatur dalam pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim, agar memvonis Relis Patiserlihun dengan pidana penjara selama 8 tahun, di potong masa tahanan,” jelas penuntut umum, pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hamja Kailul Cs. Sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Roberth Lesnusa.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan. Sedangkan yang memberatkan, terdakwa adalah residivis narkoba yang sampai kini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Ambon.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankam membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider tiga bulan kurungan.

JPU Kejati Maluku dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 13 November 2019, sekitar pukul 19.15 Wit, di jalan masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Ambon kasawan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Awalnya, petugas Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan, bahwa rekan terdakwa Ronadl Pattiradjawane (berkas terpisah) sedang menuju Rutan Ambon, untuk mengantarkan narkoba kepada terdakwa Relis Pattiserlihun.

“Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju ke Rutan. Dari interogasi, terdakwa membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, barang bukti tersebut terpidana Relis yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan,” ungkap JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas Rutan, dengan tujuan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis.

Dari penggeledahan ditemukan, satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan baterei. Terdakwa Relis juga mengaku, dirinya diminta residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut.

Setelah mendengarkan tuntutan jaksa, majelis hakim menunda sidang hingga 11 Mei, pekan depan, dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.(SAD).

Comment