by

Revolusi Digital Jadi Tema Peringatan HDKD

Ambon, BKA- Peringatan Hari Dharma Karyadhika (HDKD) tanggal 27 Oktober pekan kemarin, jadi momentum evaluasi dan introspeksi bagi jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Peringatan tersebut bertemakan Revolusi Digital.
Lewat rilis Humas Kemenkumham Maluku, Senin (2/11), Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly selaku Inspektur Upacara menegaskan, pemilihan tema Revolusi Digital sekaligus untuk mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak bisa ditolak atau dihindari lagi dan harus dihadapi.

“Pandemi Covid-19 saat ini menjadi test case bagi Kemenkumham, apakah telah siap menerapkan digitalisasi diseluruh aspek kinerja. Kemampuan dalam menyajikan kecepatan berbasis teknologi informasi, akurasi data, kekuatan sistem dan jaringan serta pengelolaan bandwith untuk internet benar-benar diuji saat ini,” tandas Yasonna.

Dirinya menilai, peringatan Hari Dharma Karyadika (HDKD) tahun ini, sebagai momentum yang tepat untuk evaluasi dan introspeksi diri.

“Sensitif aparatur pemerintah harus tajam, harus mampu menjadi panutan bagi masyarakat dan mampu menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan persoalan baru,” kata dia.

Selain itu, Yasonna juga meminta kepada jajarannya agar memberikan yang terbaik kepada masyarakat serta inovasi-inovasi baru yang telah dilakukan. Terkait pelayanan publik harus terus dikembangkan sepanjang tahun 2020.

“Pada saat kita diambil sumpah menjadi aparatur Negara, disitulah kita berjanji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seperti burung Merpati yang tidak pernah ingkar janji dan memiliki loyalitas juga sebagai pembawa pesan,” ujarnya.

Dituturkan, Kemenkumham sebagai insan pengayoman, harus memiliki loyalitas terhadap bangsa dan negara. “Serta harus mampu menjadi pembawa pesan positif dan penuh kedamaian terhadap lingkungan sekitar kita,” seru Yasona.

Diakhir sambutannya, Yasonna berpesan, dalam mengemban tugas dan tanggung jawab harus tepat sasaran dan tepat tujuan secara efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut yang tidak boleh dilupakan adalah kerjasama tim.

Menurutnya, berdua lebih baik dari pada sendiri. Bekerjasama pasti lebih baik dari pada bekerja sendiri-sendiri. Walaupun terkadang terdapat perbedaan ketika bekerjasama, namun janganlah hal tersebut menimbulkan kepahitan dan amarah.

“Harus terus saling mendukung dan saling menopang. Karena sejatinya, kita berada di kapal yang berlayar ketujuan yang sama. Buktikan kepada bangsa dan negara, bahwa kita bisa dan mampu memberikan yang terbaik untuk negeri ini,” pesannya. (LAM)

Comment