by

Ricuh Demo Mahasiswa Kilmury di Kantor Gubernur

Demo puluhan mahasiswa asal Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), di depan pagar Kantor Gubernur berakhir ricuh dengan Satpol PP, Rabu (23/6).

Awalnya, aksi tersebut berjalan damai di depan pagar Kantor Gubernur Maluku. Namun berselang beberapa waktu, mahasiswa berusaha menerobos ke halaman kantor.

Tak terhindarkan, saling dorong terjadi antara puluhan mahasiswa itu dengan Satpol PP yang bertugas di Kantor Gubernur Maluku.

Untung, aksi yang mulai memanas itu dapat segera dilerai oleh petugas kepolisian, yang memang turut mengamankan demo tersebut. Sehingga kericuhan lebih lanjut bisa dicegah.

Aksi demo yang digelar puluhan mahasiswa asal Kecamatan Kilmury itu, untuk menagih janji Gubernur Maluku, Murad Ismail, terkait infrastruktur jalan dan kelistrikan.

Mereka menuntut gubernur agar segera merealisasikan janjinya. Karena jalan yang mulai dikerjakan sejak 2019 lalu, sampai sekarang belum selesai.

Sedangkan mesin PLN yang ada di Kecamatan Kilmury, sampai sekarang belum juga difungsikan. Sehingga masyarakat belum bisa menikmati pelayanan kelistrikan.


“Yang pertama itu jalan. Jalan yang di kerjakan dari tahun 2019, hingga kini belum selesai. Pemerintah Daerah atau Pemerintah Provinsi Maluku tidak menyelesaikannya. Kami menuntut pak Murad Ismail yang kemarin sudah mengunjungi Kecamatan Kilmury dan berjanji di hadapan masyarakat, bahwa akhir 2019 atau 2020 pembangunan insftaktruktur sudah rampung,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Yasir Kwairumatu.

Menurutnya, masyarakat Kecamatan Kilmury sangat membutuhkan akses jalan. Sehingga mereka meminta Gubernur Maluku menepati janjinya.

“Kami sangat membutuhkan akses jalan di Kecamatan Kilmury, karena warga yang Sedang sakit atau hamil, sangat menderita. Mereka harus menahan sakit, karena harus naik speed (speedboat) dan ombak besar,” pungkas Kwairumatu.(MG-2)

Comment