by

Rivalitas SMS-GES Dan MANIS 3 Persen

Ambon, BKA- Jelang minggu tenang Pilkada serentak 9 Desember 2020, PT Parameter Konsultindo merilis temuan survei Pilkada Buru Selatan (Bursel).

Dari tiga pasangan calon (paslon) yang berproses, terjadi rivalitas ketat antara Paslon Rahman Soulissa-Elisa Lesnussa (MANIS) dengan Paslon Safitri Malik Soulissa dan Gerson E. Selsily (SMS-GES), yang hanya terpaut sekitar 2 persen lebih suara pemilih.

Sementara untuk Paslon Hadji Ali dan Zainuddin Booy (AJAIB), terpaut jauh dibawah kedua Paslon tersebut.”Pertanyaan survei kita, seandainya Pilkada Bursel dilaksanakan hari ini, dari pasangan calon mana yang bapak ibu pilih untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bursel? Dan kita temukan, Paslon Manis 34,09 persen. Kemudian SMS-GES 31,10 persen. AJAIB 25,44 persen,” papar Direktur PT Parameter Konsultindo, Edison Lapalelo, dalam konferensi pers di Hotel Manise, Jumat (4/11).

Menurutnya, survei yang dilakukan untuk mengidentifikasi presepsi dan pendapat masyarakat, serta mendeteksi kecendrungan pilihan masyarakat terhadap paslon dan peluang paslon, dengan segmentasi yang terukur pada tahun politik Pilkada 9 Desember 2020, berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bursel sebesar 47.076 pemilih. Yakni pemilih laki-laki sebanyak 23.695 dan pemilih perempuan 23.381, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencapai 201 yang tersebar di 6 kecamatan yang terdiri dari 79 desa/kelurahan.

Metodologi survei yang digunakan, lanjut Edison, yakni multi stage random sampling yang dimulai sejak 23-30 November 2020.

Sementara sampel responden mencapai 1.200 sampel dengan margin of eror kurang lebih 3,00 persen. Dan wawancara tatap muka dengan instrument kuisinoer itu, memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

“Saya mau tegaskan, kami hadir lewat survei ini karena tidak terikat pendampingan dengan salah satu kandidat manapun di empat kabupaten di Maluku, yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 minggu depan. Termasuk Pilkada Bursel. Ini murni riset kami,” tegasnya.

Dijelaskan, temuan survei terkait money politik (politik uang) di Pilkada Bursel cukup tinggi. Dan hal ini dibenarkan oleh para responden yang ditemui. Yakni yang membenarkan money politic sebanyak 25,27 persen. Dan yang tidak bisa membenarkan sebanyak 68,14 persen, kemudian tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 6,59 persen.

Sementara untuk toleransi terhadap money politic di tiap kecamatan, ditemukan untuk kecamatan Waisama 27,14 persen, Namrole 10,59 persen, Leksula 12,46 persen, Kapala Madan 24,71 persen, Fenafefan 4,26 persen dan Ambalau 20,84 persen.

“Kita juga temukan tingkat kerawanan manipulasi data dan konflik di Pilkada Bursel, cukup tinggi. Yakni untuk manipulasi data diakui rawan sebesar 39,77 persen, tidak rawan 52,96 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 7,27 persen. Selanjutnya tingkat konflik, tidak rawan 57,06 persen, rawan 33,19 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 9,75,” sebutnya.

Terkait netralitas TNI/Polri serta ASN, lanjut Edison, juga ditemui cukup tinggi pada Pilkada Bursel nanti. Dimana saat ditanya bapak ibu apakah yakin TNI/Polri akan netral pada Pilkada Bursel, ditemukan yang yakin 85,7 persen, tidak yakin 5,17 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 9,07 persen.

Sementara netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), yang yakin ASN netral sebanyak 24,59 persen. Kemudian yang tidak yakin ASN akan netral 64,72 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 10,69 persen.

Selanjutnya netralitas penyelenggara yakni KPU, PPK, KPPS, yang yakin penyelenggara netral 53,92 persen, tidak yakin 37,81 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 8,27 persen. Dan untuk netralitas pengawas seperti Bawaslu, Panwascam, PPL, PTPS, yang yakin pengawas netral sebanyak 59,09 persen, tidak yakin 36,48 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 4,43 persen.

“Dapat dilihat, bahwa tingkat ketidak netralitas TNI dan Polri kemudian ASN serta pihak penyelenggara dan pengawas juga cukup tinggi. Maka itu perlu menjadi perhatian juga bagi setiap kandidat,” ujarnya.

Edison menambahkan, untuk tingkat popularitas dan aseptabiltias masyarakat terpada paslon yang ada, yakni popularitas terhadap AJAIB 90,17 persen kemudian aseptabilitas 68,40 persen. Sementara popularitas MANIS 89,44 persen dan aseptabilitas 70,27 persen. Kemudian popularitas SMS-GES 94,13 persen dan aseptabilitas 70,92 persen.

Adapun sebaran dukungan dari tiap-tiap kecamatan yang ditemui, yaitu untuk paslon AJAIB di Namrole 23,88 persen, Waesama 18,94 persen, Ambalau 40,14 persen, Kapala Madan 47,26 persen, Leksula 10,11 persen, dan Fena Fafan 10,21 persen.
MANIS di kecamatan Namrole 33,81 persen, Waesama 39,97 persen, Ambalau 26,02 persen, Kapala Madan 16,95 persen, Leksula 35,96 persen, dan Fena Fafan 44,79 persen. Kemudian SMS di Namrole 34,12 persen, Waesama 31,14 persen, Ambalau 23,66 persen, Kapala Madan 25,04, Leksula 35,96, Fena Fafan 36,94 persen.

Sementara pendukung yang tidak menjawab atau tidak tahu, di Namrole 8,19 persen, Waesama 9,95 persen, Ambalau, 10,16, Kapala Madan 10,75, Leksula 8,76 dan Fena Fafan 8,06.

“Tapi ingat, kita juga ada punya strong dan swing paslon. Saat ditanya seberapa yakin bapak ibu jika paslon yang bapak ibu pilih akan menang Pilkada bursel ? Dan strong untuk AJAIB 92,92 persen, MANIS 96,15 persen dan SMS GES 96,02 persen dan yang tidak tahu itu tidak ada. Kemudian swing 7,08 persen untuk AJAIB, 3,85 untuk MANIS, dan 3,98 untuk SMS-GES,” bebernya.

Menurut dia, ada beberapa poin kesimpulan dari hasil survei tersebut. Yakni dari temuan survei paslon MANIS unggul dari paslon AJAIB dan SMS-GES. Dengan selisih kompetiter terdekat, selisih kurang lebih 2 persen.

“Jika apabila besok pagi dilaksanakan pemilihan atau pemungutan suara, maka MANIS berpeluang menang dengan selisih kurang lebih 2 persen keunggulan untuk MANIS masih ada margin of eror 3 persen. Keungnggulan MANIS hari ini masih dapat terkoreksi dan posisi kemenangannya dapat di geser oleh paslon SMSGES dan AJAIB, apabila pasangan MANIS tidak konsisten dalam menjaga keunggulan di kecamatan yang ditemukan menang. Kemudian jika validasi data yang lemah oleh tim, dengan kata lain bahwa peluang ketiga pasangan calon terbuka untuk menang pada hari H pada strategi masing-masing,” ungkapnya.

Edison menjelaskan, temuan survei yakni kerawanan manipulasi data dan konfik cukup besar di Pilkada Bursel. Maka diharapkan semua paslon dapat menjaga laporan bertingkat terhadap data dan kondisi pada waktu Pilkada.

Kemudian semua paslon harus memperhatikan praktek money politic yang dapat merusak demokrasi yang bersih. Serta netralitas ASN menjadi perhatian serius oleh pihak-pihak terkait dan harus diberikan tindakan keras, apabila ditemukan keterlibatan ASN di lapangan.

“Menang atau kalah rakyat yang berdaulat. Oleh karena itu, diharapakan semua paslon tetap ikthiar dan percaya bahwa jabatan bupati dan wakil bupati adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami menemukan, rakyat yang menentukan. Kami bisa keliru dan salah dalam melakukan survei dengan segala metodologinya. Tetapi kami tidak ingin berbohong,” tutup Edison. (UPE)

Comment