by

RSUD Goran Riun Targetkan Naik Status

Ambon, BKA- Sejak diresmikan pada Oktober 2019 lalu, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goran Riun terus berbenah. Terutama terkait terkait proses akreditasi.

Semua itu dilakukan dengan harapan mendapat perhatian pemerintah pusat, dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana melalui Kementrian Kesehatan.

Saat ini, status RSUD Goran Riun masih bertipe D. Sehingga mereka berharap dapat menaikan status menjadi tipe C. Sehingga dibutuhkan sejumlah fasilitas penunjang dan tenaga medis yang memadai, sebagaimana yang diisyaratkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 tahun 2019.

Kepala RSUD Goran Riun, Lahmudin Kelilauw, mengungkapkan, untuk dapat menjadi rumah sakit tipe C, minimal harus memiliki empat dokter spesialis dasar. Dokter spesialis dasar itu diantaraya dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD), dokter kebidanan kandungan (Sp.OG), dokter anak (Sp.A) dan dokter bedah (Sp.B).

“Renacananya, tahun depan, kita sudah masukkan kedalam rencana kerja rumah sakit. Jadi mungkin tahun 2021 ini insentif tenaga medis juga kita sudah masukan kedalam kerja. Minimal kita butuh ada empat dokter spesialis dasar,” ungkap Kelilauw, kepada wartawan di Bula, Senin (14/9).

Selain itu, pihaknya juga sudah mengantisipasi ketersedian obat-obatan penunjang pelayanan dokter specialis di rumah sakit itu, sesuai permintaan.

“Misalnya, nanti dokter spesialis kandungan butuh apa, yang jelas untuk obat-obatan kita sudah antisipasi. Cuma antisipasi ini sebatas pengaturan kita, masing-masing dokter kan dia punya kebutuhan buat terapi, obat itu berbeda. Nanti setelah dia ada di sana (RSUD), baru kita bisa tahu,” terangnya.

Sedangkan untuk fasilitas alat kesehatan, katanya, beberapa sudah tersedia. Namun memang perlu tambahan alat khusus, sesuai permintaahn dan kebutuhan dokter spesialis. Apalagi saat ini, ungkapnya, sebagianalat kesehatan (Alkes) yang dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkba) SBT untuk menunjang pengoperasian RSUD itu, sudah mengalami kerusakan akibat suplai listrik dari PLN setempat yang masih kurang.

“Sempat kita coba dengan mesin 10 kw yang ada, tapi tidak mampu. Namun sekarang listrik sudah normal. Kita juga sudah kontak teknisi peralatan. Semua ini kita coba siapkan, supaya di tahun 2021, kalau betul-betul kita dapat dokter spesialis, berarti sudah bisa langsung jalan. Tidak perlu dokter datang, baru pengadaan alat,” jelasnya.

Untuk diketahui, RSUD Goran Riun atau yang awal pembangunan dikenal dengan nama Rumah Sakit Pratama (RSP) Pulau Gorom, dibangun pemerintah daerah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Kabupaten SBT.

Pembangunan RS ini bertujuan menjadi rumah sakit penyangga bagi sejumlah Puskesmas dipulau-pulau terpencil, seperti, Pulau Teor, Pulau Kesui, Watubela, Amarsekaru, Pulau Panjang dan Pulau Gorom.(LAN)

Comment